Selasa, 05 Juli 2011

Pemain Eropa yang beragama Islam


  • Ahmed Mido Hossam
  • Diomanssy Kamara
  • Djibril Cisse
  • El-Hadji Diouf
  • Eric Abidal
  • Frank “Bilal” Riberry
  • Frederic Kanoute
  • Halil Altintop
  • Hamit Altintop
  • Hassan “Brazzo” Salihamidzic
  • Hatem Ben Arfa
  • Hossam Ghaly
  • Khalid Boulahrouz
  • Kolo Toure
  • Mahamaddou Diarra
  • Mohammed “Momo” Sissoko
  • Mohammed Kallon
  • Armand Traore
  • Nicolas Anelka
  • Nuri Sahin
  • Rami Shaaban
  • Robin Van Persie
  • Salomon Kalou
  • Samir Nasri
  • Stephen Appiah
  • Sulley Ali Muntari
  • Yaya Toure
  • Zlatan Ibrahimovic
  • Zinedine Yazid Zidane
  • David Trezeguet
  • Abou Diaby
  • Bacary Sagna
  • Emmanuel Eboue
  • Marouane Chamakh
  • Thierry Henry> Masih isu...
  • Seydou Kieta
  • Ali al-habsi
  • Vedad Ibisevic
  • Lilian Thuram
  • Lassana Diarra
  • Rustu Recber
  • Johan Djourou
  • Pascal Cygan
  • Emre Belozoglu
  • Ibrahim Afellay
  • Marat Izmailov
  • Aiyegbeni Yakubu
  • Leon Osman
  • Marouane Fellaini
  • Youri Djorkaeff
  • Fred
  • Mesut Ozil
  • George Weah
  • Phillipe Troussier


Mereka semua ada yang alim banget lho. taat beribadah, ama sering berdoa ke Allah SWT. Contohnya saja, Samir Nasri, Karim Benzema, Hatem Ben Arfa, Rovin van Persie (Persie kalo gak salah artinya Persia), Aaron Winter, Zidane, Nicolas Anelka, Frank Ribery, Djibril Cisse.

Tapi, meskipun beberapa dari mereka bukan muslim yang taat, mereka masih sempet megang teguh syariat Islam. Nih contohnya.

- Phillipe Troussier : Mantan pemain Perancis yang terkenal, juga pelatih tim Nasional jepang. Hidup di Maroko. merubah namanya menjadi Umar, dengan istri yang bernama dominique yang berubah menjadi aminah (setelah menjadi Muslimah). mengadopsi 2 anak Maroko. Lahir sebagai muslim, dan bersekolah disekolah anak-anak muslim. lalu murtad menjadi kristiani demi neneknya yang membesarkannya. lalu kemudian kembali menjadi muslim.

- Stephen Appiah : Sempat bingung di awal karirnya di Italia karena sulit menemukan makanan yang halal.

- Frederic Kanoute : sempat menolak memakai kostum klub yang disponsori rumah judi bahkan hingga ditutupi. Belakangan setelah berkonsultasi dengan penasehat spiritualnya dia melunak. Karena sponsor klubnya menjanjikan bahwa sebagian keuntungan digunakan untuk sosial.

- Rami Shaaban : mengaku hidup dengan panduan Al Quran. Kiper timnas Swedia ini senantiasa melafalkan beberapa ayat sebelum bertanding.

- Kolo Toure : merasa sebagai seorang muslim dia harus menghormati orang lain. Kesuksesan dirinya selalu disebutnya berkat doanya kepada Allah.

- Frank Ribery : mengakui bahwa Islam adalah sumber kekuatannnya di dalam dan di luar lapangan. Terutama ketika ia sempat mengalami masa sulit dalam karir dan ia menemukan Islam yang memberi kedamaian.

Tapi di antara mereka, ada beberapa cerita menarik lainnya.

- Ibrahimovic juga Islam.. tapi gak pernah menjalankan ajaran-ajaranNya..cuma Islam KTP

- Robin van Persie juga. Dia masuk Islam, gara-gara dia nikah ama cewek Muslim.

Beberapa waktu lalu, Jose Mourinho (sekarang Real Madrid) melarang anakasuhnya di Inter Milan, Sulley Muntari untuk tidak berpuasa karena jadwal pertandingan klub dan aksi Mourinho ini mendapat kecaman dari Asosiasi Muslim Italia bahkan di Indonesia juga.

Hidup di tengah glamornya industri sepakbola, banyak pebola muslim di Eropa yang tetap beribadah. Mereka juga hidup sesuai dengan ajaran Islam. Hal itu menjadi kunci rahasia kenapa jarang pesepakbola Muslim yang disorot kehidupan pribadinya bermasalah. Itu juga yang membuat permainan mereka cenderung stabil dan emosi di lapangan senantiasa terjaga.

Ternyata menarik juga kalo mencari tahu seputar kehidupan pebola Muslim di Eropa. Meski sangat sulit karena rata-rata mengaku bahwa agama adalah hal yang bersifat pribadi dan tidak ingin dipublikasi. Tapi setidaknya, mereka bisa menjadi contoh dan kebanggaan bagi ummat Islam. Juga menjadi andalan untuk menghapus stereotipe buruk barat tentang Islam.

Ada juga peraturan baru federasi sepak bola jerman tentang pemain muslim, berikut peraturan barunya:

Jika seorang pemain bola harus bertanding di bawah kontrak yang merupakan satu-satunya sumber penghasilannya, dan jika dia harus memainkan pertandingan tersebutselama bulan Ramadan, serta jika berpuasa akan mempengaruhi kinerjanya dalam bermain bola, maka pemain bola muslim tersebut dapat membatalkan puasanya atau tidak berpuasa.
Dewan Eropa untuk Fatwa dan Penelitian mendukung fatwa tersebut. Pemain bola profesional Muslim wajib berpuasa di saat-saat ketika mereka tidak ada pertandingan, dan begitu seterusnya untuk menaati perintah Allah dan menghormati kehormatan bulan suci Ramadhan,” jelas sekretaris umum Dewan Pusat Muslim, Aiman Mazyek yang juga menambahkan bahwa menjaga tubuh tetap sehat, memainkan peran penting dalam Islam.
source :http://mufctech.blogspot.com/2010/08/pemain-sepak-bola-eropa-yang-beragama.html

»»  LANJUT BACANYA...

Minggu, 03 Juli 2011

Jadwal pertandingan copa amerika 2011 di Argentina


Jadwal Pertandingan Copa America 2011 berlangsung antara 1-24 Juli 2011 di Argentina. 12 tim nasional (negara) peserta akan bertanding memperebutkan gelar juara Copa Amerika 2011.  10 negara dari Amerika Selatan (latin) dan 2 negara undangan. Semua pertandingan akan digelar di stadion-stadion yang ada di Argentina. Copa Amerika 2011 ini adalah Copa America ke 43.
12 tim peserta Copa Amerika 2011 ini akan menjalani pertandingan pada fase grup, dimana terdiri dari 3 grup yang masing-masing dihuni oleh 4 tim. Juara dan runner-up grup otomatis lolos ke perempatfinal, sedangkan posisi 2 tim yang berada di peringkat 3 juga akan lolos ke perempatfinal.
Berikut adalah selengkapnya Jadwal Pertandingan Copa America 2011
Pembagian Grup Copa Amerika 2011
  • Grup A :Argentina, Kolombia, Kosta Rika, Bolivia
  • Grup B : Brasil, Paraguay, Ekuador, Venezuela
  • Grup C : Uruguay, Chili, Meksiko, Peru
  • Babak penyisihan grup : 1-13 Juli 2011
  • Babak perempatfinal : 16 & 17 Juli 2011
  • Babak Semifinal : 19-20 Juli 2011
  • Final : 24 Juli 2011
Jadwal Pertandingan Copa America 2011 Putaran (Fase) Grup
Grup A
  • 1 Juli -> Argentina v Bolivia
  • 2 Juli -> Colombia v Costa Rica
  • 6 Juli -> Argentina v Colombia
  • 7 Juli -> Bolivia v Costa Rica
  • 10 Juli -> Colombia v Bolivia
  • 11 Juli -> Argentina v Costa Rica
Grup B
  • 3 Juli -> Brazil v Venezuela
  • 3 Juli -> Paraguay v Ecuador
  • 9 Juli -> Brazil v Paraguay
  • 9 Juli -> Venezuela v Ecuador
  • 13 Juli -> Paraguay v Venezuela
  • 13 Juli -> Brazil v Ecuador
Grup C
  • 4 Juli -> Uruguay v Peru
  • 4 Juli -> Chile v Mexico
  • 8 Juli -> Uruguay v Chile
  • 8 Juli -> Peru v Mexico
  • 12 Juli -> Chile v Peru
  • 12 Juli -> Uruguay v Mexico
»»  LANJUT BACANYA...

Jadwal pertandingan piala dunia wanita FIFA 2011


Jadwal Pertandingan Piala Dunia Wanita FIFA 2011 yang berlangsung di Jerman pada 26 Juni – 17 Juli 2011 menarik untuk disimak. Karena, inilah turnamen paling prestisius dalam sepakbola wanita di dunia. Melibatkan tim nasional-tim nasional terbaik dalam kategori sepakbola wanita. Berikut ini jadwal pertandingan Piala Dunia Wanita FIFA 2011 yang akan digelar di Jerman pada 26 Juni hingga 17 Juli (semua waktu dalam GMT):
TAHAP GRUP
Grup A
26 Juni
Jerman v Kanada di Berlin (16.00)
Nigeria v Prancis di Sinsheim (13.00)
30 Juni
Jerman v Nigeria di Frankurt (1845)
Kanada v Prancis di Bochum (16.00)
5 Juli
Prancis v Jerman di Moenchengladbach (18.45)
Kanada v Nigeria di Dresden (18.45)
- – -
Grup B
Juni 27
Jepang v Selandia Baru di Bochum (13.00)
Meksiko v Inggris di Wolfsburg (16.00)
Juli 1
Jepang v Meksiko di Leverkusen (13.00)
Selandia Baru v Inggris di Dresden (16.15)
Juli 5
Inggris v Jepang di Augsburg (16.15)
Selandia Baru v Meksiko di Sinsheim (16.15)
- – -
Grup C
28 Juni
AS v Korut di Dresden (16.15)
Kolombia v Swedia di Leverkusen (13.00)
2 Juli
AS v Kolombia di Sinsheim (16.00)
Korut v Swedia di Augsburg (12.00)
July 6
Swedia v AS di Wolfsburg (18.45)
Korut v Kolombia di Bochum (18.45)
- – -
Grup D
29 Juni
Brazil v Australia di Moenchengladbach (16.15)
Norwegia v Guinea Khatulistiwa di Augsburg (13.00)
3 Juli
Brazil v Norway in Wolfsburg (16.15)
Australia v Guinea Khatulistiwa di Bochum (12.00)
6 Juli
Guinea Khatulistiwa v Brazil di Frankfurt (16.00)
Australia v Norwegia di Leverkusen (16.00)
- – -
TAHAP SISTEM GUGUR
Perempat final
9 Juli
Pemenang Grup A dan v Runner-up Grup B di Wolfsburg (18..45)
Pemenang Grup B dan Runner-up Grup A di Leverkusen (16.00)
10 Juli
Pemenang Grup C v Runner-up Grup D di Augsburg (11.00)
Pemenang Grup D v Runner-up Grup C di Dresden (15.30)
Semifinal
13 Juli di Frankfurt (18.45)
13 Juli di Moenchengladbach (16.00)
Play-off tempat ketiga
16 Juli di Sinsheim (15.30)
Final
17 Juli di Frankfurt (18.45)
»»  LANJUT BACANYA...

Piala Indonesia 2011 dipastikan batal digelar


Piala Indonesia 2011, Batal Digelar! Kompetisi antar klub dilintas divisi Liga Indonesia ini akhirnya dipastikan batal digelar untuk tahun ini, penyebabnya adalah kisruh di tubuh PSSI yang tak kunjung selesai begitupun kongres yang masih simpang siur. Alhasil PT Liga Indonesia yang menjadi penyelenggara Piala Indonesia 2011/2012 menyatakan Piala Indonesia 2011 tidak digelar tahun ini. Sebuah ironi, ditengah mulai tumbuh pesatnya antusiasme masyarakat menyaksikan pertandingan dan kompetisi sepakbola Indonesia, konflik tidak dewasa yang ada di antara elite pengurus sepakbola nasional menyebabkan kompetisi menjadi tidak sehat.
Dalam siaran persnya, Sekretaris PT LI, Tigor Syalom Boboy mengatakan bahwa akibat belum selesainya kongres di PSSI, banyak pihak enggan menjadi sponsor kompetisi yang dikenal juga dengan sebutan Copa Indonesia. Ya, pembatalan ini terkait dengan belum selesainya kongres PSSI yang bertujuan memilih Ketua Umum PSSI, Wakil Ketua Umum dan Komite Eksekutif (Exco) untuk masa jabatan 2011/2015.
“Tahun ini kita tidak akan menggelar Piala indonesia atau pada musim sebelumnya dikenal dengan kompetisi Copa Indonesia karena persoalan di tubuh organisasi PSSI,” ujar Tigor Syalom Boboy.
Lalu bagaimana effek atau akibat dari dibatalkannya Piala Indonesia 2011 ini? Dengan pembatalan ini, belum ada kejelasan apa saja kriteria klub yang akan mewakili Indonesia di kompetisi level Asia musim depan. Mulai musim 2011, juara Piala Indonesia mewakili Indonesia di ajang playoff Liga Champions Asia/AFC Champions League. Indonesia diwakili Sriwijaya FC yang kemudian harus kalah oleh Al-Ain (UEA), 0-4 di playoff dan turun ke kompetisi AFC cup. Tahun lalu, yakni pada Piala Indonesia 2010, Sriwijaya FC Juara Piala Indonesia 2010.
»»  LANJUT BACANYA...

Irfan Bchdim dan okto maniani di lirik Klub eropa

Deputi Bidang Teknis Badan Tim Nasional (BTN), Iman Arif, mengungkapkan, Irfan Bachdim dan Oktovianus Maniani berpeluang bermain di klub Eropa. Namun, mereka harus mampu menjaga konsistensi permainannya.
Okto dan Irfan berpotensi. Namun, tahun depan, kami masukkan mereka dulu ke training camp tertutup menjelang SEA Games 2011. Setelah itu, saya akan coba usulkan ke beberapa klub di Eropa. Yang paling penting performance mereka stabil.
Meskipun tergolong pemain muda, kedua pemain tersebut tampil gemilang pada babak penyisihan Grup A Piala 2010.
Irfan yang merupakan pemain keturunan di tubuh timnas telah menjadi idola baru di Indonesia. Dengan kemampuan luar biasa yang dia miliki, penyerang Persema Malang itu kerap merepotkan lini pertahanan lawan seperti yang dia tunjukkan ketika Indonesia membantai Malaysia (5-1) dan Laos (6-0). Dari dua pertandingan yang dia lakoni, penyerang berusia 22 tahun itu telah mengemas dua gol.
Begitu juga dengan Okto, pemain yang berposisi di sayap kiri itu selalu tampil eksplosif dalam setiap pertandingannya. Tidak bisa dimungkiri, gelandang asal Papua itu menjadi motor serangan pasukan “Garuda”. Bahkan, pelatih Thailand, Bryan Robson, menaruh perhatian besar bagi dua pemain tersebut saat melawan Indonesia, besok.
Oleh karena itu, Iman berencana mempromosikan kedua pemain tersebut kepada klub-klub Eropa.
“Okto dan Irfan berpotensi. Namun, tahun depan, kami masukkan mereka dulu ke training camp tertutup menjelang SEA Games 2011. Setelah itu, saya akan coba usulkan ke beberapa klub di Eropa. Yang paling penting performance mereka stabil,” ucap Iman, yang disebut-sebut memiliki saham di klub Leicester City.
Namun, menurut Iman, sejauh ini belum ada klub-klub luar yang mengungkapkan ketertarikannya kepada kedua pemain tersebut.
“Belum ada. Namun, saya sudah bicara sama Irfan karena Irfan punya pengalaman di Belanda. Okto dalam waktu dekat ini saya usulkan ke klub luar kalau penampilan Indonesia bagus di AFF. Tidak menutup kemungkinan, klub asing tertarik sama mereka,” tuntasnya.Inilah kesempatan buat pemain muda indonesia agar bisa lebih total lagi dalam bermain di setiap laga dan konsisten.tentu satu kebanggan kalau bermain di klub klub Eropa.
»»  LANJUT BACANYA...

Pemain Indonesia yang sukses di liga Qatar


Pemain sepak bola berbakat asal Indonesia telah lahir di Qatar. Namanya Syaffarizal Mursalin. Gw yakin dia tidak pernah masuk dalam radar pemandu bakat dari PSSI. Padahal dia telah berhasil berprestasi di liga negara berperingkat FIFA #95 (Indonesia peringkat #137 per Januari 2010). Pemain berpostur 172 cm dan berat badan 65 kg ini menjadi pemain inti klub Al Khor junior. Dalam kompetisi junior (U-14) Qatar, dia telah mencetak 15 gol. Karena dinilai berbakat, Farri termasuk pemain asing Qatar yang masuk kandidat pemusatan latihan Aspire. Ini merupakan program jangka panjang Qatar untuk membina pemain berbakat yang punya prospek bisa dinaturalisasi menjadi pemain nasional Qatar.
Pengagum Thierry Henry ini masuk Qatar ketika masih berusia 4 tahun karena mengikuti ayahnya yang bekerja di Qatar Gas. Pada usia tujuh tahun, Farri mulai berlatih di Qatar dengan ditangani pelatih asal Inggris Mr Green. Pada tahun 2004 dia mengikuti seleksi, dan oleh tim pemandu bakat klub Al Khor, dia diajukan ke Qatar Football Association.
Untuk diterima sebagai pemain Al Khor, lanjut Agri, Farri harus mengikuti pertandingan persahabatan selama setahun. Selama bertanding itu dia diawasi langsung tim pemandu bakat Qatar Football Association. Farri mulai bertanding di Liga pada 2005 (usia 13 tahun). Saat itu dia langsung membawa Al Khor ke peringkat keempat dari 20 tim. (Untuk diketahui,m sebelumnya Al Khor tidak pernah bisa lolos ke babak 8 besar Liga U-12).
Gimana nih PSSI? Keburu dinaturalisasi… kita memble aja.
»»  LANJUT BACANYA...

Kamis, 30 Juni 2011

Tragedi Heysel yang takkan terlupakan


Tragedi Heysel terjadi pada tanggal 29 Mei 1985 di mana pada saat itu tengah terjadi pertandingan antara Liverpool dan Juventus diPiala Champions (saat ini Liga Champions). Peristiwa ini merupakan sejarah buram persepak bolaan Inggris pada tahun itu, karena saat itu klub-klub Inggris sedang jaya-jayanya. Karena peristiwa ini pula tim-tim dari Inggris dilarang bermain di tingkat internasional selama 5 tahun lamanya. Peristiwa ini bermula dari fans masing-masing klub yang saling mengejek dan melecehkan. Lalu tiba-tiba sekitar satu jam sebelum kick off kelompok hooligan Liverpool menerobos pembatas masuk ke wilayah tifosi Juventus. Tidak terjadi perlawanan karena yang berada di bagian tersebut bukanlah kelompok Ultras. Pendukung Juventus pun berusaha menjauh namun kemudian sebuah tragedi terjadi. Dinding pembatas di sektor tersebut roboh karena tidak kuasa menahan beban dari orang-orang yang terus beruhasa merangsek dan melompati pagar. Ratusan orang tertimpa dinding yang berjatuhan. Akibat peristiwa ini sebanyak 39 orang meninggal dunia dan 600 lebih lainnya luka-luka.
Meskipun terjadi peristiwa yang mengenaskan dengan jumlah korban yang begitu besar, panitia memutuskan untuk terus melanjutkan pertandingan. Kick off dilakukan setelah kapten kedua kesebelasan meminta penonton untuk tenang. Alasan lain adalah untuk meredam atmosfer kerusuhan yang mulai menyebar. Tifosi Ultras Juventus di bagian lain stadion sempat akan melakukan pembalasan. Mereka mencoba untuk bergerak ke arah pendukung Liverpool namun berhasil dicegah satuan keamanan. Dengan dimulainya pertandingan maka suasana bisa mulai dikendalikan. Pertandingan itu sendiri dimenangi Juventus dengan hasil akhir 1 - 0. Michel Platini mencetak gol semata wayang Juventus dari titik penalti setelah Michael Platini dilanggar oleh pemain Liverpool.

Korban

39 suporter sepak bola meninggal dalam peristiwa ini, 32 suporter Juventus, 4 orang warga negara Belgia, 2 orang Perancis serta seorang Irlandia.
  • Rocco Acerra (29)
  • Bruno Balli (50)
  • Alfons Bos
  • Giancarlo Bruschera (21)
  • Andrea Casula (11)
  • Giovanni Casula (44)
  • Nino Cerrullo (24)
  • Willy Chielens
  • Giuseppina Conti (17)
  • Dirk Daenecky
  • Dionisio Fabbro (51)
  • Jacques François
  • Eugenio Gagliano (35)
  • Francesco Galli (25)
  • Giancarlo Gonnelli (20)
  • Alberto Guarini (21)
  • Giovacchino Landini (50)
  • Roberto Lorentini (31)
  • Barbara Lusci (58)
 
  • Loris Messore (28)
  • Gianni Mastrolaco (20)
  • Sergio Bastino Mazzino (38)
  • Luciano Rocco Papaluca (38)
  • Luigi Pidone (31)
  • Bento Pistolato (50)
  • Patrick Radcliffe
  • Domenico Ragazzi (44)
  • Antonio Ragnanese (29)
  • Claude Robert
  • Mario Ronchi (43)
  • Domenico Russo (28)
  • Tarcisio Salvi (49)
  • Gianfranco Sarto (47)
  • Amedeo Giuseppe Spolaore (55)
  • Mario Spanu (41)
  • Tarcisio Venturin (23)
  • Jean Michel Walla
  • Claudio Zavaroni (28)
Kepolisian Inggris menyelidiki lebih lanjut dari berbagai sumber. Film sepanjang 17 menit dan berbagai hasil jepretan kamera menjadi alat untuk mengungkap kejadian tersebut. TV Eye menayangkan satu jam penuh perihal Tragedi Heysel, dan foto-foto pun dipublikasikan melalui media massa. Hanya 27 orang akhirnya ditahan dengan kasus penganiayaan dan pembunuhan, sebagian besar mereka berasal dari Merseyside dan memang telah beberapa kali berurusan dengan hukum karena kerusuhan sepakbola. 14 orang pendukung Liverpool itu akhirnya dipidana atas dakwaan tersebut.
Setelah penyelidikan lebih lanjut, pada tanggal 30 Mei 1985 UEFA melalui penyidik resminya, Gunter Schneider, menyatakan bahwa kesalahan sepenuhnya ada di pihak Liverpool. Bahkan kemudian, pada tanggal 31 Mei 1985, Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher mendesak FA untuk melarang tim-tim Inggris untuk bermain di Eropa. Dua hari kemudian UEFA secara resmi memutuskan untuk melarang semua klub sepakbola Inggris untuk melakukan pertandingan di seluruh Eropa untuk "waktu yang belum ditentukan". Tanggal 6 Juni putusan itu berubah menjadi pelarangan bertanding di seluruh dunia, namun seminggu kemudian diputuskan bahwa pertandingan persahabatan diperbolehkan. Sanksi ini tidak berlaku untuk Timnas Inggris.
Putusan terakhir adalah pengucilan klub-klub Inggris dari peta persepakbolaan dunia selama lima tahun, dan tiga tahun tambahan khusus untuk Liverpool dan akhirnya mendapat keringanan dengan hanya satu tahun tambahan. Peristiwa Heysel telah merugikan klub-klub Inggris seperti Manchester UnitedArsenalEvertonNottingham ForestChelsea,Tottenham Hotspur, dan lain-lain yang pada rentang waktu tersebut sebenarnya berhak untuk ikut ambil bagian dalam kompetisi Eropa.
Hukuman yang begitu berat tersebut adalah sebagai peringatan bahwa kekerasan dalam sepakbola tidak boleh terjadi kembali. Suporter asal Inggris memang terkenal akan kebrutalannya. Makanya dari sanalah muncul istilah "hooliganisme". 10 tahun sebelum tragedi ini, di final European Cup 1975 fans Leeds United membuat kerusuhan dengan menyerang suporter Bayern Muenchen,  Masyarakat sepakbola mengutuk tindakan itu namun UEFA masih memberi keringanan dengan hanya menghukum dengan larangan bertanding di kejuaraan Eropa untuk Leeds United selama 4 tahun. Setahun sebelum Final Piala Champions 1985, sebenarnya hooligan Liverpool juga sudah bentrok dengan tifosi AS Roma dalam ajang yang sama. Namun keributan itu tidak sampai mendapat begitu banyak perhatian.

Peringatan

Sebuah tugu peringatan Tragedi Heysel didirikan dengan biaya £140,000. Diresmikan tepat 20 tahun setelah kejadian tersebut, 29 Mei 2005. Berbentuk jam matahari, tugu tersebut dihiasi dengan batu-batuan yang berasal dari Italia dan Belgia. Sebuah puisi "Funeral Blues" oleh penyair Inggris W. H. Auden melengkapi simbolisasi kesedihan tiga negara. 39 lampu bersinar untuk setiap korban Heysel. Tugu peringatan ini didesain oleh seniman Perancis Patrick Remoux.
Perdelapan final Liga Champions 2005 mempertemukan kedua tim. The Kop, di Liverpool mengkoordinasikan sebuah koreografi mosaik bertuliskan "Amicizia" ditujukan kepada para suporter Juventus yang memadati Anfield. Artinya persahabatan, sebuah permohonan maaf kepada tifosi Juventus. Sebagian tifosi menyambutnya, namun tidak sedikit pula yang menolaknya karena rentang waktu uluran persahabatan tersebut terlalu lama, 20 tahun sejak tragedi Heysel pecah.

»»  LANJUT BACANYA...