Minggu, 18 Maret 2012

Fakta dan Kutukan Liga Champions


Kontestan Liga Champions musim 2011-2012 telah mengerucut menjadi delapan tim. Sejak 12 tahun silam, baru kali ini delapan kontestan perempatfinal berasal dari tujuh negara. Fakta unik lainnya, peserta babak delapan besar tersebut diisi enam mantan juara yang lolos dengan penuh gaya. Mereka membuktikan mental juara sangat dibutuhkan dalam kompetisi terelit di benua biru. Dua tim lainnya, justru lolos dengan cara luar biasa. Tertinggal di leg pertama, APOEL Nicosia dan Chelsea tampil mengesankan dengan membalikkan keadaan di leg kedua.

Chelsea menjadi penyelamat muka Inggris setelah lolos dari lubang jarum. Kalah 1-3 di leg pertama, mereka berhasil mengalahkan Napoli 4-1 di leg kedua kemarin malam di di kandangnya, Stamford Bridge. Alhasil The Blues menjadi satu-satunya wakil Inggris yang masih bertahan di kompetisi ini setelah Arsenal disingkirkan AC Milan di babak 16 besar, sedangkan Manchester United dan Manchester City bahkan tidak lolos dari fase grup. Dalam beberapa edisi terakhir, tim-tim Inggris begitu menguasai fase knock out Liga Champions. Mereka bahkan menjadi langganan di babak perempatfinal. Bahkan pada musim 2007-2008 terjadi All English Finals antara Manchester United melawan Chelsea.

Spanyol menjadi satu-satunya negara yang menempatkan dua wakil di perempatfinal, Real Madrid dan juara bertahan Barcelona. Lima negara lainnya adalah Jerman yang diwakili Bayern Munich, Italia diwakili AC Milan, Portugal diwakil Benfica dan Prancis yang diwakil Marseille. Satu negara lainnya yang meloloskan wakil dengan sangat luarbiasa adalah Siprus yang meloloskan APOEL Nicosia.

Fakta unik lainnya adalah sebaran negara terbanyak di fase knock out seringkali melahirkan juara dari tim kejutan. Musim 1996-1997, terdapat delapan klub dari delapan negara di perempatfinal. Borussia Dortmund (Jerman), Auxerre (Prancis), Ajax (Belanda), Atletico Madrid (Spanyol), Rosenborg (Norwegia), Juventus (Italia), Manchester United (Inggris), dan Porto (Portugal). Serangkaian kejutan terjadi, bahkan hingga ke partai puncak. Laga final yang mempertemukan Dortmund dan Juventus akhirnya dimenangkan Dortmund dengan skor 3-1. Itu adalah gelar perdana bagi Dortmund dan tak terulang hingga kini.

Mungkinkan juara baru akan lahir dari serangkaian kejutan musim ini? Seperti ungkapan bola itu bundar, prediksi tersebut mungkin-mungkin saja. Chelsea dan APOEL Nicosia telah membuktikan mereka harus diperhitungkan. Keduanya sama-sama kalah di leg pertama dan membalikan keadaan di leg kedua. Pengalaman itu tentu saja membuat mental dan kepercayaan diri mereka semakin terasah.

Prediksi juara tahun ini tentu saja menempat dua tim asal Spanyol, Barcelona dan Real Madrid di posisi teratas. Dari enam kompetitor lainnya, AC Milan dan Bayern Munich yang mungkin akan jadi sandungan. Marseille dan Benfica? Yang diwaspadai dari mereka mungkin hanya faktor kejutan, seperti yang terjadi di babak perdelapan final dan fase grup sebelumnya. Lolosnya Barcelona ke semifinal juga patut ditunggu. Hal itu karena sejak AC Milan juara pada 1988-1989 dan 1989-1990, sejarah tidak pernah lagi berpihak pada juara bertahan. Dalam artian, dalam 21 tahun terakhir, setiap tahun selalu ada juara baru. Mungkinkah sejarah akan kembali berulang, atau Barcelona menjadi pengukir sejarah tahun ini?

Real Madrid dan AC Milan adalah tim yang paling banyak menggondol trofi juara. El Real masih memegang rekor dengan sembilan trofi. Lima di edisi awal Liga Champion (1956, 1957, 1958, 1959 dan 1960) plus di tahun 1966. Tiga trofi lainnya direngkuh di era Los Galacticos jilid modern, yaitu tahun 1998, 2000 dan 2002. Sementara AC Milan lebih banyak juara di edisi modern yaitu pada 1989, 1990, 1994, 2003 dan 2007. Dua trofi di edisi kuno, mereka raih pada 1963 dan 1969. Tahun ini, AC Milan dihadapkan pada ”kutukan” sejarah Ibrahimovic. Pemain asal Swedia tersebut selalu meraih juara di kompetisi lokal (Ajax, Juventus, Inter Milan, Barcelona dan AC Milan) dan tidak sekalipun meraih trofi Liga Champions, meski klub-klub yang dibela tersebut memiliki tradisi kuat di Liga Champions. Akankah sejarah ini bisa dipatahkan atau berlanjut?

Di balik sejarah dan fakta-fakta unik tersebut, fase perdelapanfinal juga menyajikan tontonan gol-gol berkelas dan terbanyak di fase knock out. Total ada 56 gol dari delapan laga, atau rata-rata 3,5 gol per pertandingan. Jumlah itu mengalahkan jumlah gol musim 2004-2005 dan 2009-2010 yang ‘hanya’ 47 gol. Banyaknya gol yang tercipta tersebut membuktikan bahwa tahun ini tidak ada lagi belas kasihan kepada tim yang tidak siap.

Partai Barcelona kontra Bayer Leverkusen yang berakhir dengan agregat 10-2 memberikan sumbangan gol terbesar, dengan bintang Barca Lionel Messi mencetak enam gol. Pada musim 2004/05 silam agregat 10-2 juga hadir di laga Lyon versus Werder Bremen. Sementara pertandingan APOEL Nicosia kontra Lyon menjadi duel di babak 16 besar yang paling minim gol, karena menghasilkan dua gol saja lewat agregat 1-1—APOEL lolos lewat adu penalti.

Apakah sajian berkelas dan serangkaian kutukan sejarah bisa dipatahkan? Sulit memprediksi karena di perempatfinal nanti, tidak ada satupun tim yang bisa dianggap remeh.
»»  LANJUT BACANYA...

Jumat, 16 Maret 2012

Hasil drawing perempat final Liga Champions Eropa

Uefa telah mengundi perempatfinal UCL 2011/2012
Barcelona dengan Messinya akan berhadapan dengan Ac Milan yang diperkuat ex Barca, Ibrahimovic.
Sedangkan juara 9 kali Real Madrid akan berhadapan dengan kuda hitam asal Siprus APOEL. Chelsea dengan arsitek barunya Roberto Di Matteo akan berhadapan dengan Klub Portugal Benfica. Raksasa Jerman Bayern Munchen akan berhadapan dengan Marseille  yang telah mengalahkan Intermilan di 16 besar

Berikut hasil drawing nya yang akan dimainkan tanggal 27-28 maret dan leg kedua tanggal 3-4 april

»»  LANJUT BACANYA...

Jumat, 16 Desember 2011

Hasil Drawing 16 besar Liga Champions Eropa


 Duel dini antar tim besar Eropa di babak 16 besar tak terelakkan lagi. Adalah Arsenal yang akan melawan tim besar AC Milan di fase knockout pertama Liga Champions Eropa edisi 2011-2012. Pertemuan dua raksasa Inggris dan Italia ini sebenarnya sudah diprediksi sejak awal.
   
Milan yang lolos ke babak 16 besar dengan status runner up grup berada di pot 2 memiliki potensi besar jumpa dengan para raksasa yang tergabung di pot 1 yang dihuni tim-tim juara grup di babak penyisihan lalu.
   
Kepastian Arsenal dan Milan akan saling tempur di fase gugur diketahui setelah hasil drawing 16 besar Champions yang berlangsung di markas UEFA, Nyon, Swiss, Jumat (16/12/2011) baru saja berakhir.
Selain duel Milan kontra Arsenal, wakil Inggris lainya, Chelsea juga bakal berhadapan dengan lawan cukup berat yang juga berasal dari Italia, Napoli. The Blues dipastikan tidak akan mudah melewati The Neapolitan bila dilihat dari record Napoli yang berhasil menyingkirkan pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris, Manchester City di babak penyisihan grup lalu.
Sementara itu juara bertahan Barcelona juga akan melawan yang cukup berat yakni wakil Jerman, Bayern Leverkusen. Dari segi kualitas tim Barca harus diakui lebih diatas, namun Leverkusen juga memiliki kualitas yang tak jauh beda dengan raksasa Eropa lainnya.
Wakil Spanyol lainnya Real Madrid cukup diuntungkan karena bakal berjumpa dengan wakil Rusia, CSKA Moskva yang tak begitu diunggulkan di turnamen klub-klub elit Eropa ini. Hal menarik lainnya dari hasil drawing kali ini adalah perjumpaan antara Inter Milan dengan raksasa Perancis, Olympique de Marseille.
Sementara calon tuan rumah partai final musim ini, Bayern Munchen, juga berhadapan dengan lawan yang relatif ringan. The Bavarian akan berhadapan dengan  FC Basel. Ini tentu jadi kesempatan besar buat Munchen untuk menatap babak perempatfinal.
Berikut Hasil Drawing 16 Besar Champions 2011-2012:
  • Olympique Lyon vs APOEL
  • Napoli vs Chelsea
  • AC Milan vs Arsenal
  • FC Basel vs Bayern Munchen
  • Bayern Leverkusen vs Barcelona
  • CSKA Moskva vs Real Madrid
  • Zenit vs Benfica
  • Marseille vs Inter Milan
»»  LANJUT BACANYA...

Sabtu, 10 Desember 2011

Wasit asal Indonesia yang menjadi wasit FIFA

Sebetulnya saya sungguh miris sekali dengan sea games kemarin di cabang sepak bola, bagaimana tidak, Indonesia gagal meraih medali emas dikalah kan oleh tim yang baru MANTEP yaitu Malaysia, tapi tak apalah yang penting sudah berusaha sebaik mungkin. Tapi ada satu hal yang bikin saya lebih miris lagi kenapa hanya ada satu wasit Indonesia yang memimpin laga di Sea games kali ini Padahal Indonesia kan tuan rumah nya, masa cuma satu. setelah saya mencari di mbah google tentang wasit asal Indonesia yang menjadi wasit FIFA ternyata yang mengejutkan adalah hanya ada 5 yang menjadi wasit FIFA, itu pun jarang dipakai..
yasuda kita liat aja nih daftar wasit FIFA yang bersal dari Indonesia
»»  LANJUT BACANYA...

Jumat, 09 Desember 2011

Kostum MU dari tahun 1902-2008

Saat saya sedang berselancar di google, tiba-tiba saya menemukam gambar unik, yaitu kostum Manchester United dari tahun 1902- 2008
Berikut gambar nya...

»»  LANJUT BACANYA...

Kamis, 08 Desember 2011

UEFA merilis 50 pemain terbaik Liga Champions 20 tahun terakhir

Menyambut edisi majalah Liga Champions yang ke 50, Uefa merilis daftar 50 pemain terbaik di pentas liga Champions dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.
Berdasarkan Poling yang dilakukan oleh para jurnalis, para pemain serta pengunjung situs UEFA terpilih lah Zinedine Zidane sebagai urutan teratas...

Berikut adalah 50 pemain terbaik liga champions dalam kurun waktu 20 tahun terakhir:


Urutan 1 - 25

Urutan 26 - 50

1

Zinedine Zidane

26

Fernando Redondo

2

Lionel Messi

27

Wayne Rooney

3

Paolo Maldini

28

Frank Rijkaard

4

Xavi

29

Kaka

5

Raul

30

Cristiano Ronaldo

6

Ryan Giggs

31

Ruud van Nistelrooy

7

Clarence Seedorf

32

Roberto Carlos

8

Luis Figo

33

Marcel Desailly

9

Samuel Eto'o

34

Jari Litmanen

10

Steven Gerrard

35

Peter Schmeichel

11

Andres Iniesta

36

Filippo Inzaghi

12

Oliver Kahn

37

Dejan Savicevic

13

Andriy Shevchenko

38

Gaizka Mendieta

14

Paul Scholes

39

Roy Keane

15

Javier Zanetti

40

Claude Makelele

16

Alessandro Del Piero

41

Fernando Hierro

17

Iker Casillas

42

Edgar Davids

18

David Beckham

43

Gianluigi Buffon

19

Thierry Henry

44

Stefan Effenberg

20

Ronaldo

45

Ronaldinho

21

Carlos Puyol

46

Deco

22

Edwin van der Sar

47

Lothar Matthaus

23

Andrea Pirlo

48

Frank Lampard

24

Didier Deschamps

49

Fernando Morientes

25

Alessandro Nesta

50

Paulo Sousa
»»  LANJUT BACANYA...

Minggu, 27 November 2011

Keajaiban Sepak Bola



Sepak bola bukan hanya sekedar olahraga yang dimainkan oleh 22 orang di atas lapangan rumput. Percayalah lebih daripada itu, sudah menjadi alat pemersatu seluruh bangsa dan negara di seluruh dunia. Mau bukti? Organisasi FIFA yang merupakan pemegang otoritas sepakbola dunia mempunyai jumlah anggota 207 negara, bandingkan dengan PBB  yang hanya beranggotakan  sekitar 195 negara.
Betapa sepak bola telah menjadi bahasa universal yang begitu diterima oleh semua kalangan. Tidak ada batasan dari berbagai latar belakang untuk dapat menikmati cabang olahraga ini. Karena itulah, sepak bola banyak memunculkan cerita dan kisah menarik.
Entah sudah berapa banyak orang bergembira dan menangis haru karena sepak bola tapi secara bersamaan orang-orang juga harus kecewa, sedih, bahkan menitikkan airmatanya setelah merepon hasil pertandingan sepak bola.
Dibalik sepak bola yang sebenarnya sangat sederhana, ternyata dapat begitu dramatis dan tak jarang menampakkan keajaibannya sehingga memberi banyak pengaruh dan inspirasi dalam kehidupan banyak orang.
Saya sebagai pengemar sepak bola mencoba merangkum tujuh pertandingan sepak bola secara subyektif dan menanggagap pertandingan tersebut adalah pertandingan hebat dan sangat historis, bahkan terdapat unsur keajaiban yang turut menentukan hasil pertandingan. Tidak bermaksud untuk menyandingkan tujuh keajaban dunia.
Daftar ini disusun secara urut melalui waktu peristiwa. Mari kita simak.
1. Final Piala Dunia 1954, Bern Swiss.
Pertandingan ini merupakan inspirasi terhebat bagi sepak bola Jerman. Final ini juluki ‘Miracle of Berne’. Jerman harus menghadapi Hungaria yang merupakan negara terkuat sepak bola saat itu. Hungaria diperkuat oleh legenda Feren Puscas, Sandor Kocsis, dan Nandor Hiderguti memiliki rekor 30 pertandingan tak terkalahkan sebelum partai final, termasuk membantai Jerman 8-3 dalam babak penyisihan.
Pertandingan baru berjalan 8 menit Hungaria sudah unggul 2-0, dan sepertinya dengan mudah merebut piala Julis Rimet. Tapi kemenangan itu tak bertahan lama. Hanya sepuluh menit berselang skor telah imbang, dan enam menit sebelum bubaran Jerman membungkam Hungaria dan dunia dengan menciptakan gol kemenangan lewat Helmuth Rahn sekaligus merebut piala dunia untuk pertama kali.
Berangkat dari momen ini, timnas Jerman kemudian dijuluki Staying Power, Mesin Diesel yang lambat panas. Tapi jangan pernah meremehkan Jerman. Jerman adalah Jerman yang merupakan spesialis turnamen hingga kini.
2.  Final Piala Dunia 1974, Munchen Jerman.
Dikenang sebagai pertandingan final piala dunia yang terhebat sepanjang sejarah. Kembali melibatkan Jerman, dan kembali pula memperlihatkan mental juara Jerman. Kali ini walaupun sebagai tuan rumah, Jerman harus menantang Belanda, negara tetangga mereka yang banyak di jagokan untuk menjuarai turnamen ini. Belanda hadir di final setelah melibas negara-negara tangguh seperti Brasil, Argentina dengan permainan Tottal Voettbal yang dimotori sang legenda hidup, Johan Cruffj.
Pertandingan baru berlangsung semenit dan belum ada seorang pemain Jerman yang menyentuh bola, tapi Belanda sudah unggul berkat gol penalti. Belanda mungkin lupa bahwa Jerman adalah negara yang tak pernah menyerah, mereka pun akhirnya kalah berkat 2 gol Paul Breitner juga melalui titik putih dan gol kemenangan oleh Gerd Muller. Jerman kemudian juara piala dunia untuk kali kedua dibawah kapten dan legenda Jerman, kaisar Franz Beckenbaeur.
3. Perempat Final Piala Dunia 1986, Azteca Meksiko.
Secara subyektif saya menilai inilah keajaiban terdahsyat yang pernah terjadi di lapangan sepak bola.  Pertandingan antara Argentina melawan Inggris merupakan pertandingan terpanas dan tak mungkin terlupakan. Apalagi pertandingan ini dikaitkan dengan isu politik kedua negara yang bersitegang merebut Pulau Malvinas.
Nilai keajaiban itu adalah dua gol Maradona yang masih terus diperbincangkan sampai saat ini. Gol pertama menggunakan tangannya yang kemudian memberi julukan sendiri Gol Tangan Tuhan, dan gol kedua yang oleh FIFA dianggap sebagai gol terbaik sepanjang sejarah. Maradona melakukan slalomdari lapangan tengah dan melewati lima pemain Inggris dan Kiper Peter Shilton.
Tidak perlu dijelaskan lagi partai ini. Tak terbantahkan ‘si Boncel’ membuat keajaiban yang mungkin tidak terulang lagi.
4. Final Liga Champion 1999, Barcelona Spanyol.
Final menghadirkan Manchester United dan Bayern Munchen di Stadion Camp Nou dan dipimpin oleh wasit terbaik sepanjang sejarah, Pierluigi Collina. Jujur saja saya bertaruh memilih Bayern Munchen.
MU datang ke Catalunya dengan kepercayaan tinggi setelah seminggu sebelumnya berhasil meraihdouble winners di kompetisi domestik. Mereka ingin melengkapinya dengan Trofi Champion. Pelatih Alex Ferguson (setelah partai ini disebut Sir Alex) juga penasaran karena belum mampu menaklukkan kompetisi bergengsi Eropa.
Saat saya dan seluruh pendukung Bayern telah bersiap-siap merayakan kemenangan karena telah unggul 1-0 sampai menit 90, keajaiban itu datang membungkam. MU mendapatkan dua tendangan sudut menit 91 dan 93 yang dieksekusi David Becham dan berhasil dikonversi gol oleh Teddy Seringham dan Ole Gunnar Solkjaer.
MU meraih Trebble Winner, tahun 1999 merupakan tahun terbaik MU. Dalam Press Confrence, pelatih Ferguson memberikan inspirasi: “setiap manusia mempunyai spirit dan dan spirit itu dapat membuat kita keluar dari kesulitan apapun, asal kita mau mengakui dan menuruti daya spirit tersebut.”
5. Semifinal Euro 2000, Amsterdam Belanda
Belanda ditantang Italia untuk memperebutkan satu tiket final. Belanda sebagai tuan rumah maju kebabak final dengan meraih empat kemenangan secara meyakinkan. Sedangkan Italia ke semifinal berkat aksi yang sebenarnya biasa saja. Italia kali sama sekali tidak di unggulkan dan diprediksi bakal angkat koper besok pagi.
Menit 20, Italia sudah harus bermain 10 orang melawan Belanda yang didukung 50.000 suporternya yang mengorangekan Amsterdam Arena. 90 menit waktu normal Belanda menggempur habis-habisan gerendel Italia yang dikomando oleh Paolo Maldini. Saya juga heran tak satupun bola yang berkenan masuk ke gawang Italia yang dikawal Francesco Toldo, sekalipun mendapat tendangan penalti.
Extra time saya kira cukup menamatkan perlawanan Italia. Dan ternyata keliru, meski terus mengepung dan kembali mendapatkan hadiah tendangan penalti, jala Italia tetap tak terkoyak, seperti ada malaikat kecil yang menjaganya.
Dan akhirnya inilah hukuman buat Belanda. Mereka kalah secara menyakitkan melalui adu penalti yang memang sangat dinantikan oleh kubu Azzury. Dari 4 algojo Belanda hanya satu yang menembus gawang, bahkan tendangan Japp Stam melambung tinggi sampai keluar stadion, orang-orang belanda berkomentar bola tersebut sampai ke Rotterdam, tempat partai final. Sedangkan tendangan chip penalti Totty menjadi inspirasi.
6. Keajaiban Korsel Piala Dunia 2002
Bersama Jepang, Korsel merupakan Host World Cup 2002. Korsel selama menjalani pertandingan piala dunia tak sekalipun meraih kemenangan. Tapi lihatlah aksi mereka pada saat menjadi tuan rumah. Korsel yang dilatih Meneer Hiddink menjadi fenomena WC 2002. Mereka tampil sebagai semifinalis dengan mengalahkan empat negara kuat Eropa: Polandia, Portugal, Italia, dan Spanyol.
Terlepas banyaknya tudingan curang selaku tuan rumah, Korsel memang menampilkan sepakbola menyerang yang mengibur. Para pemain juga tak pernah menyerah dan membuat publik sepak bola dunia heran bagaimana kekuatan fisik pemain-pemain Korsel yang seolah melebihi batas kemampuan fisik manusia.
Portugal dibuat pulang lebih cepat, Italy sibuk menyalahkan wasit Byron Moreno sebagai dalih kekalahannya, dan juga Spanyol dibuat tak berdaya dipermalukan Korsel yang kadang dengan mudah mereka kalahkan.
Sontak seluruh warga korsel bersatu dan mangaku bangga sebagai warga negara Korsel. Kapan ya Indonesia bisa seperti Korsel.
7. Final Liga Champion 2005, Istanbul Turki.
AC Milan telah unggul 3-0 dibabak pertama dan telah merayakan kemenangan ini di ruang ganti seakan meraka lupa masih ada 45 menit yang mereka harus mainkan.
Kubu Liverpool mendengar perayaan tersebut dan mereka bertekad kalaupun harus kalah malam ini harus secara terhormat, mereka sadar butuh keajaiban untuk mengejar defisit tiga gol dalam partai sekelas Final LC melawan tim berpengalaman sehebat AC Milan.
Tuhan memberikan keajaiban bagi mereka yang terus berusaha. Dipimpin oleh Stevie G, dalam 15 menit babak kedua Liverpool telah berhasil meyamakan skor berkat gol Gerrad, Smicer, dan Penalti Baros. Liverpool menang 3-2 lewat adu penalti. Salah satu partai final LC paling dramatis sepanjang sejarah.
Anda boleh setuju,  dan boleh juga mencantumkan pilihan selain tujuh daftar diatas.
Salam sepak bola.

»»  LANJUT BACANYA...