Minggu, 08 Mei 2011

Bocoran Desain kaos baru Klub-klub Eropa


Kompetisi 2010/2011  negara - negara Eropa beberapa pekan lagi akan segera usai,sejumlah klub - klub kenamaan Eropa telah merancang desain seragam baru yang akan dikenakan untuk musim mendatang.
Beberapa klub yang desain kaos anyarnya sudah menyebar di dunia maya antra lain  AC Milan, Inter Milan, Chelsea dan Manchester United  serta Juventus telah muncul dibeberapa situs dan forum sepakbola.


Desain kaos Chelsea tetap didominasi warna biru  dengan gaya retro 60 an sementara saingannya di Liga Primer Inggris , MU juga tetap mempertahankan dominasi warna merahnya yang membedakan hanyalah pada bagian kerah dimana pada desain baru tidak lagi terdapat warna putih melainkan diganti dengan strip warna hitam.
Sedangkan untuk AC Milan bocoran yang berada baru sebatas seragam tandang yang didominasi warna putih dengan strip merah-hitam sejajar dengan logo klub dibagian kiri.‘Rossoneri’ tetap memampangkan logo ‘Fly Emirates’ sebagai sponsor musim depan
Untuk rival sekotanya, Inter Milan, design seragam kandangnya justru sedikit mirip dengan kostum AC Milan musim ini dengan dua strip besar didepan tetapi ditambah kerah berwarna hitam
Adapun Juventus tetap berseragam garis hitam dan putih dengan model garis bervariasi dan lengan berwarna polos putih.
kaos_madrid
Sementara Barcelona tetap setia bermotif garis lebih kecil  merah dan biru dengan memamerkan nama 'Qatar Foundation' di depan kaos.
Sedangkan Real Madrid juga tetap menggunakan warna putih sebagai warna dominan di kaos kandangnya dengan tiga garis emas di kedua lengan



»»  LANJUT BACANYA...

Kaos Baru Ac Milan

Bahan teknologi tinggi dikombinasikan dengan sebuah desain yang memunculkan kembali kenangan kaos Rossoneri di tahun-tahun awal abad k-20. Perlengkapan baru itu diperkenalkan oleh Seedorf, Van Bommel dan Antonini pada sebuah event yang disiarkan ke seluruh dunia.



MILAN – Sebuah campuran orisinil dari inovasi dan tradisi seperti yang selalu menjadi bagian dari gaya yang menyatukan adidas dan AC Milan: saat menciptakan kaos baru Rossoneri untuk musim 2011-2012, merek dengan tiga strip telah memtuskan untuk mengkombinasikan teknologinya yang paling inovatif dengan sebuah desain yang mengembalikan kenangan akan kaos Rossoneri di tahun-tahun awal abad ke-20.
Peluncuran perlengkapan baru itu berlangsung sebagai berikut: para jurnalis dari media tradisional dan bloggers datang ke Brand Center adidas Italia di Monza. Saat ini, para fans Milan di seluruh dunia punya kemungkinan mengikuti peluncuran tersebut secara online karena siarang langsung dari event itu disediakan di situs resmi adidas dan mereka juga punya kesempatan untuk bertanya kepada para tamu yang hadir.

Adriano Galliani, CEO dan Wakil Presiden A.C. Milan, Salem Obaidalla, Wakil Presiden Senior Operasi Komersial Fly Emirates (Eropa & Federasi Rusia) dan Jean-Michel Granier, CEO adidas Italia, hadir dalam event itu.
Para model yang mengenakan kaos baru tu adalah tiga bintang Rossoneri,Clarence Seedorf, Mark Van Bommel dan Luca Antonini.
Penyiar tv terkenal yang juga fan Milan, Daniele Bossari, tampil sebagai pemandu acara peluncuran itu. Kaos baru itu akan diigunakan pertama kali pada Sabtu, 14 Mei, saat Cagliari datang San Siro.

Jean-Michel Granier, CEO adidas Italia mengatakan“Juga pada 2011 kami ingin mempersembahkan kaos yang inovativ dan tak konvensional. Daya jangkau internet yang tinggi memungkinkan kami menjangkau seluruh dunia dan mengungkapkan perlengkapan baru Milan dengan cara yang pantas. Merek-merek seperti kami punya kehormatan dan tanggung jawab untuk berbicara setiap hari kepada jutaan orang lewat berbagai saluran komunikasi. Konferensi para blogger adalah satu jalan untuk melibatkan dan berterima kasih kepada semua yang telah menunjukkan gairah mereka terhadap kami setiap hari”.
Adriano Galliani, Wakil Presiden dan CEO AC Milan, menjelaskan“Kami menyukai ide meluncurkan kaos kami untuk musim 2011-2012 lewat sbuah event, yang berkat siaran langsung online, mencapai para Milanisti pada saat yang sama di seluruh dunia. Prakarsa ini sepenuhnya seiring dengan strategi komunikasi global dari klub ini, diorientasikan dengan kuat terhadap pemanfaatan media baru dan terdapat dalam platform jejaring sosial yang penting. Saya berterima kasih kepada adidas yang telah sekali lagi menciptakan kaos yang sangat indah, yang secara brilian mengkombinasikan teknologi paling modern dalam pakaian olahraga dengan tradisi Milan.”
Salem Obaidalla, Wakil Presiden Senior Operasi Komersial Flay Emirates Eropa & Federasi Rusia“Peluncuran kaos adidas Fly Emirates baru AC Milan, sangat ditunggu-tunggu oleh para fans di seluruh dunia, yang lebih memperkuat komitmen kami terhadap sepakbola, salah satu fokus dari aktivitas sponsor kami. Partisipasi kami yang penuh semangat dalam sepakbola mencerminkan gairah besar Italia terhadap olahraga ini, dan Fly Emirates bangga mendukung AC Milan”.
Desain kaos baru Garis-garis pada kaos Rossoneri kembali semakin tipis dengan lebar 2 cm berbanding 9 cm yang dipakai musim ini. Total, ada 21 garis, 11 di antaranya hitam dan 9 merah.
Leher kru putih terlihat menonjol dengan tiga garis di bagian pundak, putih dengan warna merah di antaranya. Di belakang kerah tertulis Associazione Calcio Milan dan di bawah warna bendera nasional untuk menegaskan bahwa Milan adalah salah satu simbol Italia di dunia.
Warna-warna ini juga bisa ditemukan di batas sisi, di bagian depan kaos, tapi juga di celana pendek dan kaos kaki.

Teknologi
Musim depan para pemain AC Milan akan sekali lagi punya opsi untuk memutuskan apakah mereka ingin memakai hanya TECHFIT™ PowerWEB atau mengenakan kaos FORMOTION™ yang lebih tradisional di dalamnya.
TECHFIT™ PowerWEB adalah teknologi paling inovatif yang saat ini digunakan dalam pakaian olahraga. Berkat penggunaan bahan khusus yang dikompresi dan  aplikasi garis-garis TPU di beberapa bagian tubuh, benda-benda TECHFIT™ bisa memaksimalkan energi yang diproduksi oleh otot dan memberi para atlet jarak keeksplosivan, akselerasi dan resistensi yang lebih luas seklaigus mengurangi getaran otot. Postur ditingkatkan dan pusat gravitasi juga ditingkatkan sehingga menjamin penampilan yang hebat.
Perlengkapan TECHFIT™ PowerWEB (kaos, celana pendek dan kaos kaki) bisa membantu meningkatkan energi pemain hingga 5,3%*, kemampuan melompat mereka hingga 4%*, kecepatan mereka hingga 1,1%* dan resistensi mereka hingga 0,8%*. Perlengkapan adidas TECHFIT™ PowerWEB saat digunakan sebagai kaos satu lapis, 45% lebih ringan daripada dua lembar kaos yang klasik.

Di pihak lain, versi ForMotion™, menunjukkan penggunaan bahan tridimensional dan elastis untuk mengepaskan kaos pada tubuh dan untuk meningkatkan daya pakai kaos itu dengan tujuan mengoptimalisasi pergerakan, kenyamanan dan meningkatkan kebebasan beraksi.
Integrasi adidas ClimaCool™ dan adidas FlowMapping™ memastikan kemampuan bernapas lebih baik dan memungkinkan para pemain Rossoneri mempertahankan suhu tubuh ideal bahkan saat tertekan
»»  LANJUT BACANYA...

Minggu, 10 April 2011

Sejarah Berdirinya Ac Milan


Sejarah AC Milan dibuka pada 16 Desember 1899. Milan harus berterimakasih pada 3 orang Inggris : Herbert Kilpin, Allison, dan Davies yang beride cemerlang untuk mendirikan AC Milan Football Club. Sayang, tiga sekawan itu tak punya cukup uang untuk merealisasikan ide mereka. Maka, dirangkullah Alfred Edwards dan Mr. Barnetts yang cukup kaya untuk mendirikan klub terbaik di dunia. Milan pun resmi berdiri dengan nama Milan Cricket and Football Club. Penambahan olahraga cricket ini lantaran Edwards yang terpilih sebagai presiden pertama punya misi memperkenalkan cricket selain sepakbola.

Tak lama kemudian, Milan mendaftarkan diri ke Italian Football Federation agar bisa ambil bagian dalam turnamen resmi. Debut pertama diawali dengan kemenangan 2-0 melawan Mediolanum, klub yang juga berasal dari Milan. Sebelas pemain yang diturunkan pada partai itu, kini tercatat dalam sejarah dengan tinta emas : Hoode, Cignaghi, Torreta, Lees, Kilpin, Valerio, Dubini, Davies, Neville, Allison, dan Formenti. Sang pelopor, Kilpin menjadi kapten sekaligus manajer pemain.



Milan berhasil menggondol scudetto pertamanya pada tahun 1901. Ini termasuk rekor besar karena Rossoneri sukses mematahkan dominasi Genoa yang sejak liga digelar musim 1897-98 menjadi juara tiga kali berturut-turut. Usai mencatat scudetto mereka yang ketiga pada tahun 1907, Milan mengalami penurunan prestasi. Hal ini disebabkan karena terjadi perpecahan di tubuh Milan. Sebabnya tak lain karena sebagian tim mendirikan klub tandingan sebagai wujud rasa protes mereka lantaran Milan membatasi keanggotaannya (pada awal berdiri, Milan hanya menerima pemain Italia dan Inggris saja). Milan pun pecah, sebagian anggota yang menyatakan keluar mendirikan Internazionale Football Club Milano pada 9 Maret 1908.
»»  LANJUT BACANYA...

Biografi Paolo Maldini

Ini adalah biografi pemain favorit w, cekidot:




Data diri:
Lahir: Jun 26, 1998
Tempat Lahir : Milano
Kewarganegaraan: Italia
Tinggi : 186 cm
Berat badan : 83 kg
Julukan: Il Capitano
Dialah pemain bertahan pertama yang memenangkan trofi dari majalah World Soccer sebagai World Player of the Year pada tahun 2004.
TUA-tua keladi, makin tua makin menjadi. Pepatah ini rasanya pantas untuk disandangkan kepada Paolo Maldini. Walau usianya telah memasuki angka kepala empat, tapi performa pemain berambut ikal ini tetap tak ada matinya dalam menjaga lini pertahanan dari klub yang dibelanya, AC Milan.
Maldini adalah anak dari pemain legendaris Italia, Cesare Maldini. Sama seperti ayahnya, nama Maldini kini telah menjadi ikon penting dalam persebakbolaan Italia. Hal ini karena reputasinya yang mengagumkan sebagai defender kelas dunia.
Usia 16 tahun adalah awal kariernya sebagai pemain sepak bola profesional. Milan menjadi klub pertama Maldini. Debutnya bersama I Rossoneri dimulai pada tanggal 20 Januari 1985. Ia tampil pada babak kedua, menggantikan Sergio Battistini yang mengalami cedera. Meski di musim itu Maldini hanya tampil sebanyak satu kali saja, tapi di musim berikutnya namanya selalu masuk dalam starting line-up tim.
Scudetto musim kompetisi 1987-88 adalah trofi pertama yang diraih Maldini bersama Milan. Dua tahun berikutnya, ia bahkan berhasil membawa klubnya menjuarai Super Coppa Italia (1988) dan Coppa Italia (1989-90).
Di tahun yang sama pula, Maldini sukses membawa Milan menjadi jawara dua kali berturut-turut Liga Champions pada musim kompetisi 1988-89 dan 1989-90. Gelar juara Eropa ini semakin lengkap, ketika Maldini sukses membawa Milan menjadi juara di tahun 2007. Ini menjadikan I Rossoneri klub yang berhasil menjuarai Liga Champions sebanyak tujuh kali.
Meski bukan midfielder, tapi Maldini mampu mengontrol jalannya permainan tim. Ia merupakan pemain bertahan yang solid. Keterampilannya membantu serangan tim membuat Maldini terlihat sangat menonjol. Pemain kelahiran Milan ini juga memiliki tendangan yang kuat dan kemampuan menggiring bola yang bagus. Hal ini cukup mengherankan, mengingat Maldini merupakan pemain bertahan.
Prestasinya yang mengagumkannya ini tak heran membuat banyak klub-klub top Eropa banyak yang mendekati dan membujuk Maldini untuk pindah dari San Siro. Tapi ia menolaknya. Di hatinya hanya ada Milan. Sebuah loyalitas yang sangat jarang ditemui di tengah banyaknya pemain sepk bola yang sering berpindah-pindah klub.
Kemampuan bertahan yang sempurna, kepemimpinan yang berpengaruh, dan etika kerja keras, semuanya membuat Maldini hampir terasa bagus untuk menjadi nyata. Tah heran ia pun menjadi pemain yang disukai dan sangat dihormati.
»»  LANJUT BACANYA...

Jumat, 08 April 2011

Biografi Kurniawan Dwi Yuianto


Kurniawan Dwi Yulianto dilahirkan di Magelang, Jawa Tengah, 34 tahun silam. Ia adalah salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.
Karir gemilang Kurniawan dimulai pada saat dirinya menjadi salah satu pemain Indonesia yang terpilih untuk mengikuti program Primavera, yakni pengiriman pemain untuk menimba ilmu di Eropa. Kurniawan muda terpilih untuk masuk ke klub elit Italia, Sampdoria pada tahun 1993 silam. Saat itu dirinya berusia 17 tahun.
Aksinya sempat memukau petinggi Sampdoria kala itu, sehingga dirinya menjadi salah satu pemain yang diikutsertakan dalam tur keliling Eropa klub tersebut. Bahkan pemain yang juga akrab disapa ‘kurus’ ini mencetak gol spektakuler saat Sampdoria dijamu klub Slovakia, Slavian Bratislava. Pada saat itu, Sampdoria diperkuat pemain-pemain kelas dunia seperti Roberto Mancini dan David Platt. Kurus menimba ilmunya bersama para bintang sepakbola ini selama 1 tahun.
Pada tahun 1994, karena bermasalah dengan PSSI, dirinya pindah ke klub papan atas liga Swiss, Luzern FC. Di klub tersebut, Kurus sempat menjadi pilihan utama, namun hasilnya kurang maksimal. Ia hanya mencetak 1 gol dari 10 pertandingan. Akhirnya pada tahun 1996, Kurus kembali ke tanah kelahirannya, Indonesia. Selama 7 tahun, dirinya sempat malang melintang di sejumlah klub, mulai dari Pelita Jaya, PSM Makassar, PSPS Pekanbaru, Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta. Kurus sempat membawa PSM Makassar juara liga dan menjadi top skorer. Juga hampir membawa Pelita Jaya menjadi kampiun sebelum liga dibubarkan karena Reformasi.
Pada akhir tahun 2005, Kurus menandatangani kontrak dengan klub Malaysia, Sarawak FC. Namun hanya setengah musim ia bertahan disana. Kurus gagal menunjukkan ketajamannya di negeri jiran. Pada bulan Mei 2006, ia kembali ke Indonesia.  Kembali Kurus berpetualang dari satu klub ke klub lain. Hingga akhirnya pada musim 2010 ia berlabuh di PSMS Medan.
Karir dan prestasi gemilang Kurniawan sempat meredup karena tindakan negatif. Ia pernah tersandung kasus pemakaian narkoba pada tahun 1999. Namun ia berhasil bangkit dari keterpurukan dan kembali mencapai performa puncaknya. Sinar cemerlang Kurniawan di klub yang dibelanya membawanya terpanggil ke timnas Indonesia. Ia membela Merah Putih sejak tahun 1995 hingga 2006, dengan torehan 33 gol. Ia pun mencetak rekor sebagai pemain dengan gol terbanyak di tingkat timnas, hingga digeser oleh juniornya, Bambang Pamungkas. Aksi terakhirnya di timnas pada saat Semifinal Piala Tiger 2006 sangat berkesan. Kurus yang masuk sebagai pemain pengganti menjadi dirigen serangan Indonesia bersama Boaz, Ilham & Elly Aiboy. Di Stadion Bukit Jalil, Malaysia dibantai 4-1.
Kurniawan alias Kurus adalah tipikal striker oportunis. Ia tak pernah menyia-nyiakan kesempatan di kotak 16 meter. Kelincahan dan kecerdikannya membuat lawan yang mengawalnya kerap kepayahan. Kurus pun hingga sekarang masih menyandang predikat sebagai striker paling berbahaya yang pernah dimiliki Indonesia. Bahkan hal tersebut diakui oleh juniornya yang kini menjadi kapten timnas, Bambang Pamungkas.
Namun kecemerlangan Kurniawan di lapangan berbanding terbalik dengan sikapnya di luar lapangan. Ia dikenal sebagai sosok bad boy yang suka melanggar aturan. Dunia malam pun pernah disambanginya selama masih aktif bermain. Pada akhirnya, berkat bantuan orang-orang terdekatnya. Kurus berhasil meninggalkan semua kemaksiatan itu. Tapi watak memang sulit diubah. Kurus kerap bersitegang dengan pelatih klub yang dibelanya. Sebagai contoh, ketika membela Persisam Samarinda pada tahun 2008, ia dipecat karena tindakan indisipliner.
Kini, Kurniawan memang sudah tidak lagi terpilih menjadi anggota timnas Indonesia. Namun ia masih aktif bermain. Pada musim 2010 ISL, ia membela klub papan atas PSMS Medan. Semakin tua, Kurus mengaku dirinya semakin belajar untuk bijak. Ia kini hanya ingin fokus bermain hingga saatnya untuk gantung sepatu tiba.
Diluar sisi negatifnya, Kurus akan tetap menginspirasi para penerusnya untuk menjadi bintang dan legenda sepakbola Indonesia selanjutnya. Who’s next?! :D
Profil singkat Kurniawan:
Nama lengkap : Kurniawan Dwi Yulianto
Nama panggilan : Ade, Kurus
Tempat / tanggal lahir : Magelang, Jawa Tengah / 13 Juli 1976
Posisi : Striker
Status : Menikah (Istri : Kartika Dewi)
Karir:
Klub
1993-1994 : Sampdoria Primavera (Italia)
1994-1995 : FC Luzern (Swiss)
1996-1999 : Pelita Jaya
1999-2001 : PSM Makassar
2001 : PSPS Pekanbaru
2002-2003 : PSPS Pekanbaru
2004 : Persebaya Surabaya
2005 : Persija Jakarta
2006 : Sarawak FC (Malaysia)
2006 : PSS Sleman
2007 : Persitara
2008-2009 : Persisam Samarinda
2009- 2010: Persela Lamongan
2010-sekarang : PSMS Medan
Timnas
1995-2006 : Indonesia (6o/33)

»»  LANJUT BACANYA...

Minggu, 27 Maret 2011

10 Bek terbaik sepanjang masa

Berikut ini adalah 10 Bek terbaik sepanjang masa.



10.Daniel Passarella
Inilah pemain serba bisa dari Argentina. Jago bertahan maupun menyerang, dan membantu terciptanya peluang bagi rekan setimnya, sekaligus menyapu bersih usaha lawan-lawannya. Ia juga dikenal efektif dalam eksekusi penalti dan tendangan bebas. Dengan 134 gol dalam 451 pertandingan, ia pernah mencetak rekor sebagai bek paling haus gol sepanjang masa. Meski demikian, rekor yang sama di Serie A Italia masih menjadi miliknya hingga saat ini. Ia sering dibandingkan dengan Beckenbauer.
Prestasinya yang paling menonjol adalah dua kali juara dunia bersama Argentina, yaitu pada 1978 dan 1986. Ia juga memenangkan Liga Utama Argentina selama empat kali bersama River Plate


9. Giacinto Facchetti
Meski karirnya berawal sebagai pemain depan, Facchetti kemudian beralih menjadi salah satu bek paling efektif dalam sejarah sepakbola Italia. Rentetan gelar yang dikoleksinya antara lain adalah Scudetto pada 1963, 1965, 1966, dan 1971; Coppa Italia 1978; Piala European Champions Club (sekarang Liga Champions) 1964 dan 1965; Piala Intercontinental 1964 dan 1965, serta pemenang Euro 1968. Hebatnya lagi, semua gelar klubnya diraih bersama satu klub, yaitu Inter Milan.
Tak heran jika Pele memasukkannya dalam daftar FIFA 100


8.Lothar Matthaus
Matthaus baru bermain sebagai pemain belakang saat usianya sudah merambah 30-an. Sebelumnya ia lebih banyak berada di lini tengah. Toh dimanapun ia bermain, Maradona menyebutnya sebagai rival terberat. Dan kenapa tidak? Tak kurang dari tujuh gelar Bundesliga pernah menjadi miliknya, ditambah dengan tiga Piala Jerman, sebuah mahkota Serie A, dua Piala UEFA, satu Kejuaraan Eropa, serta Piala Dunia. Komunitas sepakbola Jerman menobatkannya menjadi pemain terbaik pada 1990 dan 1999, dan FIFA pun tak segan memberikan gelar pemain terbaik dunia 1991 padanya.
Sayang karirnya sebagai pelatih tidak secemerlang itu. Ia dipecat dari timnas Hongaria dan Red Bull Salzburg.

7. Fabio Cannavaro
Kapten Italia ini merupakan bek pertama yang dinobatkan menjadi Pemain Terbaik Dunia oleh FIFA setelah Italia menjuarai Piala Dunia pada 2006. Pada tahun yang sama, ia juga memenangi gelar Pemain Terbaik Eropa, dan dua kali terpilih dalam pasukan FIFPro World XI, yaitu pada 2005/06 dan 2006/07.
Sayang, walau pernah meraih gelar juara La Liga dua kali dengan Real Madrid, ia belum pernah menang di Serie A

6. Roberto Carlos
Roberto Carlos tampil di tiga Piala Dunia bersama Brasil. Selain membawa timnya ke final 1998, ia juga menjadi pemain kunci pada saat Brasil menang empat tahun kemudian. Kontribusinya sebagai pengeksekusi tendangan bebas juga tidak bisa diremehkan, termasuk pada 3 Juni 1997, ketika ia mencetak gol dari jarak 35 m saat melawan Prancis.
Di Real Madrid, ia meraih empat gelar juara La Liga, tiga Liga Champions dan dua Piala Intercontinental. Ia juga merupakan salah satu dari enam pemain yang tampil lebih dari seratus kali di Liga Champions. Pele memasukkannya dalam daftar 125 pemain sepakbola terhebat sepanjang masa pada Maret 2004. Ia juga mendapat pengakuan sebagai legenda sepakbola internasional, dengan diberikannya Penghargaan Kaki Emas 2008.


5. Lilian Thuram
Bek Prancis paling sukses, dengan koleksi berbagai trofi dari empat klub di tiga negara, dan dua gelar internasional bersama timnas Prancis. Kemampuannya dalam membaca permainan dan menempatkan diri di lapangan membuatnya berbeda dari pemain bertahan kebanyakan.
Ia telah tampil dalam 142 pertandingan untuk Prancis, yang menjadikannya pemain yang paling sering diturunkan. Meski kurang mendapat pujian jika dibandingkan dengan bintang Prancis lainnya, seperti Zinedine Zidane dan Theirry Henry, perannya di timnas tidak kalah pentingnya. Ia membantu Prancis memenangkan Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000


4. Franco Baresi
Baresi menggawangi lini bertahan AC Milan dalam masa yang oleh banyak pengamat dinyatakan memiliki empat bek terbaik sepanjang sejarah, yaitu ia sendiri, Paolo Maldini, Alessandro Costacurta dan Mauro Tassotti. Ia juga menghabiskan seluruh karirnya di AC Milan dengan 532 pertandingan.
Ia mengoleksi enam Scudetto, tiga Piala Eropa dan Piala Dunia 1982, walau hanya sebagai cadangan. Paolo Maldini banyak berguru padanya, dan bahkan perkembangan karirnya kemudian mirip dengan Baresi. Ketika kemudian ia gantung sepatu, Milan memutuskan untuk menyimpan nomor punggung 6 yang selalu dikenakannya, sebuah penghargaan yang jarang dilakukan di Italia.


3. Bobby Moore
Pemain bertahan yang tenang, Moore banyak dipuji karena kemampuannya dalam membaca arah pertandingan dan mengantisipasi pergerakan lawan. Ia bukan bek yang hanya mengandalkan tekel keras. Pele menyebutnya sebagai pemain bertahan paling jujur yang pernah dilawannya.
Pada 29 Mei 1963, ia menerima ban kapten timnas Inggris ketika baru berusia 22 tahun, dan menjadi kapten tim senior Inggris termuda sepanjang masa. Prestasi terbesarnya adalah membawa Inggris menjuarai Piala Dunia 1966.


2. Paolo Maldini
Ia tidak hanya hebat karena memiliki kesetiaan yang besar kepada klubnya, AC Milan. Lebih dari itu, ia adalah bek paling berprestasi. Bersama Milan, ia meraih tujuh Scudetto dan lima titel Liga Champions. Sebagai pemain yang paling banyak tampil untuk timnas Italia, Ia juga menjadi langganan tetap gelar pemain terbaik sepanjang karirnya. Tidak kurang dari Lilian Thuram pernah mengakui ingin sepertinya.
Satu-satunya kekurangannya adalah ia tidak pernah merasakan juara Piala Dunia.


1. Franz Beckenbauer
Italia boleh saja menyumbangkan banyak nama dalam daftar ini. Tapi, tidak ada yang lebih patut berada di posisi puncak daripada “Sang Kaisar”. Buktinya, banyak pemain yang merasa bangga jika dibandingkan dengannya. Selain seabrek trofi yang dikoleksinya, kejeniusannyalah yang membuat ia menjadi sosok yang susah dilupakan. Sepak terjangnya di lapangan sangat elegan.

Lebih dari itu, ia adalah pemikir ulung yang membawa revolusi di dunia sepakbola dengan menciptakan peran libero menyerang. Sebelumnya, tak seorangpun pernah berpikir bahwa seorang sweeper juga perlu untuk maju untuk membantu penyerangan, apalagi mencetak gol. Beckenbauer menciptakan taktik ini, dan menjadikannya sebagai bagian dari sepakbola modern.





Tapi sayang, pemain dari Asia atau pun dari Indonesia tidak ada yang masuk dalam kategori 10 BEK TERBAIK SEPANJANG MASA.
Padahal, beberapa dekade yang lalu Indonesia cukup disegani di Asia dan melahirkan beberapa pemain berkelas contoh ny saja AJI SANTOSO, ANJAS ASMARA, RONI PATINASARANI DLL

Semoga ada pemain Indonesia yang menjadi pemain terbaik sepanjang masa
Amiiinnnnnnnn
»»  LANJUT BACANYA...