Jumat, 02 September 2011

Julukan Klub-Klub di Eropa














Ini lah Julukan Klub-Klub Eropa.... Cekidot!!!!!!!!

LIGA INGGRIS

Arsenal = The Gunners
Aston Villa = The Villans
Birmingham City = The Blues
Blackburn Rovers = Blue Army
Blackpool = The Seasiders, The Tangerines
Bolton Wanderers = The Trotters

Charlton Athletic = The Addicks
Chelsea = The Blues, The Roman Emperor
Derby County = The Rams
Everton = The Toffees
Fulham = The Cottagers
Liverpool = The Reds

Manchester City = The Citizens, The Sky Blues
Manchester United = The Red Devils
Newcastle United = The Magpies
Norwich City = The Canaries
Queen Park Rangers = The Hoops
Sheffield United = Blades
Stoke City = The Potters

Sunderland = The Black Cats
Swansea City = The Swans
Tottenham Hotspur = The Lilly Whites
West Bromwich Albion = The Baggies, The Trostles
West Ham United = The Hammers
Wigan Athletic = The Latics
Wolverhampton Wanderers = The Wolves

LIGA ITALIA

AC Milan = Rossoneriil Diavolo Rosso
AS Roma = i Giallorossi, i Lupi
Bari = Galletti
Bologna = Rossoblu
Brescia = RondinelleBiancoazzurri

Cagliari = RossobluIsolani
Catania = RossazzurriGli Elefanti
Cesena = Cavalluccio Marino
Chievo = Mussi VolantiCeo
Fiorentina = La Viola

Genoa = Rossoblu
Inter Milan = il Nerazurri, La Beneamata
Juventus = il bianconeriLa Vecchia Signora
Lecce = GiallorossiLupi del Sud
Napoli = Partenopei

Palermo = RosaneroAquile 
Parma = Gialloblu
S.S Lazio = BiancocelestiAquilotti 
Sampdoria = BlucerchiatiSamp
Udinese = BianconeriZebrette

LIGA SPANYOL

Atletico Madrid = Los Colchoneros
Athletic Bilbao = Los Leones
Barcelona = Los Blaugrana
Espanyol = Los Periquitos
Getafe = Azulones

Levante = Granote
Malaga = Los Boquerones
Mallorca = Barralets
Osasuna = Los Rojillos
Real Betis = Béticos del Universo Verdiblancos
Real Madrid = Los GalacticosLos BlancosLos Merengues

Real Sociedad = Txuri-urdin
Sevilla = Los Rojiblancos
Racing Santander = Los Verdiblancos
Sporting Gijon = Rojiblancos
Valencia = Los Che
Villareal = The Yellow Submarine

LIGA JERMAN

Bayern Muenchen = Bavaria, Die Roten
Borrusia Dortmund = Schwarz-Gelb 
Borussia Monchengladbach = Die Fohlen
Freiburg = Breisgau-Brasilianer
Hamburg = Rothosen

Hannover = Lower Saxony
Hertha Berlin = Die Alte Dame
Hoffenheim = Hoffe
Kaiserslautern = Die roten Teufel
Mainz = Die Nullfuenfer

Nurnberg = Der Altmeister
Schalke 04 = Die KnappenThe Royal Blue
Stuttgart = Die Schwaben
Werder Bremen = Die Werderaner
Wolfsburg = The Wolves
»»  LANJUT BACANYA...

Julukan Klub-Klub Indonesia

Julukan, merupakan penamaan untuk menggambarkan sesuatu. Dalam sepakbola julukan kini menjadi hal wajib untuk sebuah klub sepakbola profesional. Tentu kalian pernah mendengar julukan-julukan di klub-klub besar di eropa seperti Liverpool dengan "The Reds" nya. Ataupun Chelsea dengan "The Blues" nya. Untuk di Indonesia sendiri tentunya tidak kalah dalam memberikan julukan untuk klub-klub yang berlaga di Liga Indonesia. Nama-namanya pun unik-unik ada yang di ambil dari nama hewan, warna kebanggaan, ataupun nama-nama yang bisa menggambarkan kebesaran klub tersebut. Tahukah kalian dengan julukan untuk klub kesayangan kalian di Liga Indonesia..???  Kalau belum tahu, kini saya ingin sedikit berbagi mengenai julukan untuk klub-klub sepakbola di Indonesia. Langsung saja ya.. silahkan di lihat di bawah ini... 

-Persiraja Banda Aceh = Laskar Rencong 
-PSSB Bireuen = Laskar Juang
-PSAP Sigli = Laskar Aneuk Nanggroe
-PSLS Lhokseumawe = Laskar Pase
-PSMS Medan = Ayam Kinantan
-PSDS Deli Serdang = Traktor Kuning
-Semen Padang = Kerbau Sirah
-PSPS Pekanbaru = Ashkar Bertuah
-Persih Tembilahan = Harimau Rawa
-Persires Rengat = Asykar Narasinga
-PS Bengkulu = Laskar Panglima Tobo Kito
-Sriwijaya FC = Laskar Jakabaring

-Persita Tangerang = Pendekar Cisadane
-Persikota Tangerang = Bayi Ajaib
-Persija Jakarta = Macan Kemayoran
-Persitara Jakarta Utara = Laskar Si Pitung
-Pro Titan FC = Kuda Keraton
-Persikabo Bogor = Laskar Pajajaran
-Persipasi Bekasi = Laskar Patriot
-Persib Bandung = Maung Bandung
-Persikab Kabupaten Bandung = Dalem Bandung
-Pelita Jaya = Young Guns

-PSIS Semarang = Mahesa Jenar
-Persijap Jepara = Laskar Kalinyamat
-PSIR Rembang = Laskar Dampo Awang
-Persis Solo = Laskar Samber Nyawa
-PSIM Yogyakarta = Laskar Mataram
-PSS Sleman = Elang Jawa
-Persiba Bantul = The Reds
-PPSM Sakti Magelang = Macan Tidar
-Persiku Kudus = Macan Muria
-PSCS Cilacap = Laskar Nusakambangan

-Persela Lamongan = Joko Tingkir
-Persik Kediri = Macan Putih
-Persibo Bojonegoro = Laskar Angling Dharma
-Persema Malang = Laskar Ken Arok
-Arema Malang = Singo Edan
-Persekam Metro FC = Macan Kumbang
-Deltras Sidoarjo = The Lobster
-Gresik United = Laskar Joko Samudro
-PSBI Blitar = Singo Lodro
-Persebaya Surabaya = Bajul Ijo (Green Force)
-Persekabpas Pasuruan = Laskar Sakera
-PSMP Mojokerto Putra = The Lasmojo
-Persipro Probolinggo = The Lasminggo

-Persiba Balikpapan = Beruang Madu
-Persisam Putra Samarinda = Elang Borneo
-Bontang FC = Laskar Khatulistiwa
-Mitra Kukar = Naga Mekes
-Persikubar Kutai Barat = Macan Dahan 
-PS Barito Putra = Bakantan Hamuk

-PSM Makasar = Juku Eja
-Persmin Minahasa = Manguni Makasiouw
-Persibom Bolaang Mangondow = Fajar Bulawan
-Persigo Gorontalo = Laskar Lahilote
-Persemalra Langgur = Tombak Merah dari Timur

-Persipura Jayapura = Mutiara Hitam
-Persiwa Wamena = Badai Pegunungan Selatan
-Perseman Manokwari = Hino Cofu (Ular Putih)
-Persidafon Dafonsoro = Gabus Sentani
-Persiram Raja Ampat = Dewa Laut
-Perseru Serui = The Black Orange



Hanya segitu yang bisa saya kasih tau, tapi mudah-mudahan Klub Indonesia ada yang berprestasi di luar sana
AMIN
»»  LANJUT BACANYA...

Kamis, 25 Agustus 2011

Hasil Drawing Liga Champions Eropa 2011/2012

Bayern Muenchen, Villarreal, Manchester City, dan Napoli tergabung dalam grup A Liga Champions 2011-2012. Itu terjadi setelah UEFA melakukan drawing untuk menentukan berada di grup manakah tim-tim kontestan Liga Champions musim ini.
Grup A memang layak disebut grup neraka. Keempat tim yang berada di dalamnya adalah jagoan di negara masing-masing. Meski ini adalah comeback Napoli setelah 21 tahun absen di kompetisi tertinggi antar klub Eropa ini, namun kekuatanI Partenopei haram untuk diremehkan.
Pertemuan menarik lainnya akan tersaji di Grup H. Dimana Barcelona dan AC Milan berada dalam satu grup. Sudah pasti, tensi tinggi akan mengiringi kedua tim saat berjumpa di lapangan.
Sementara Real Madrid kembali satu grup dengan Ajax Amsterdam di Grup D. Selain Ajax, Madrid juga satu grup dengan musuh bebuyutan mereka di Liga Champions, Olympique Lyon. Satu tim lagi adalah Dinamo Zagreb.
Berikut adalah hasil drawing Liga Champions 2011-2012:

Grup A
  1. Bayern Munchen
  2. Manchester City
  3. Napoli
  4. Villareal
Grup B
  1. Inter Milan
  2. CSKA Moscow
  3. Lille
  4. Trabzonspor
Grup C
  1. Manchester United
  2. Benfica
  3. FC. Basel
  4. Otelul Galati
Grup D
  1. Real Madrid
  2. Olimpique Lyon
  3. Ajax Amsterdam
  4. Dinamo Zagreb
Grup E
  1. Chelsea
  2. Valencia
  3. Bayer Leverkusen
  4. Racing Genk
Grup F
  1. Arsenal
  2. Olimpique Marseille
  3. Olympiakos
  4. Borussia Dortmund
Grup G
  1. Fc Porta
  2. Shaktar Donetsk
  3. Zenit St Petersburg
  4. APOEL Nicoasia
Grup H
  1. FC Barcelona
  2. Ac Milan
  3. BATE Borisov
  4. Viktoria Plzen
»»  LANJUT BACANYA...

Kamis, 28 Juli 2011

Kemenangan Tim Garuda atas Turkmenistan

Selamat kepada Timnas Indonesia yang bisa mengalahkan Turkmenistan dengan skor 4-3. maka dengan ini Indonesia lolos ke babak ke 3 dengan agregat 5-4 untuk karena pertandingan pertama yang dimainkan di kandang Turkmenistan, Indonesia mampu menahan imbang tuan rumah dengan skor 1-1...
Di babak 3 nanti, mudah-mudahan Indonesia berada 1 grup dengan tim yang setara dengan Indonesia... Kalau pun Indonesia mendapat lawan yang jauh diatas Indonesia, saya yakin Indonesia berani menantang Tim Itu..

Jadi hati-hati aja buat Korea selatan, jepang, Australia, Iran dan Arab Saudi... Garuda sedang bangkit
»»  LANJUT BACANYA...

Minggu, 10 Juli 2011

Selamat untuk Djohar Arifin yang menjadi ketua umum PSSI 2011-2015



Putaran kedua yang awalnya akan diikuti oleh tiga calon yaitu Agusman Effendi, Djohar Arifin Husein, dan Yapto Suryosumarno ternyata hanya diikuti oleh Agusman Effendi dan Djohar Arifin saja karena Yapto memilih untuk mundur.

Dengan demikian dalam putaran kedua, Agusman Effendi dan Djohar Arifin berduel satu lawan satu. Dan hasilnya, Djohar Arifin yang unggul di putaran pertama dengan 53 suara dapat mempertahankan bahkan menambah dukungan dan memperoleh 61 suara.

Dengan demikian Djohar Arifin Husein secara resmi menjadi ketua umum PSSI periode 2011-2015 menggantikan Nurdin Halid yang dilengserkan secara paksa karena kinerjanya dianggap tidak memuaskan. Dan patut ditunggu program-program dari ketum PSSI baru tersebut untuk memperbaiki kinerja PSSI yang selama ini selalu menjadi sorotan masyarakat.

Sementara itu, Kongres Luar Biasa PSSI masih tetap berlanjut usai istirahat dengan agenda memilih wakil ketua umum PSSI dan juga anggota komite eksekutif PSSI periode 2011-2015.





"SELAMAT YAA.. SEMOGA SEPAKBOLA INDONESIA MAJU DIKANCAH INTERNASIONAL"
»»  LANJUT BACANYA...

Kejadian unik sepakbola


10. Balas Dendam Penalti Belanda
Piala Dunia 1974 seharusnya menjadi milik tim Oranje, tim yang berhasil menunjukkan permainan terbaik dan paling aktraktif. Namun, menghadapi Jerman mereka harus bertekuk lutut. Belanda berhasil unggul lebih dulu melalui sepakan penalti Johan Neeskens namun segera dibalas oleh Jerman melalui Paul Breitner juga melalui tendangan penalti. Sebelum akhirnya Gerd Mueller berhasil membawa keunggulan 2-1 di babak pertama.
Menariknya, 14 tahun kemudian di Piala Eropa 1988 babak semi-final, Belanda berhasil membalas dendam mereka kepada Jerman juga melalui Penalti. Lothar Matthaeus membuka keunggulan Jerman lewat tendangan penaltinya, namun Ronald Koeman berhasil menyamakan kedudukan juga lewat penalti, dan di menit terakhir sebelum peluit pertandingan berbunyi, Marco van Basten berhasil mencetak gol kemenangan bagi Belanda.

9. Ketangguhan Meksiko di Piala Dunia 1998
Meksiko berhasil membuktikan ketangguhan mereka dengan lolos ke babak penyisihan di Piala Dunia 1998 sebagai pemuncak grup. Di laga pembukaan mereka menghadapi Korea Selatan dan harus tertinggal 1-0 di babak pertama. Namun di babak kedua, Meksiko kembali bangkit dan menunjukkan permainan tangguh mereka hingga skor akhirnya berubah kedudukan menjadi 3-1.
Pertandingan berikutnya menghadapi Belgia, lagi-lagi Meksiko harus ketinggalan 2-0 dengan gol yang dicetak oleh Marc Wilmots, namun Alberto Garcia Aspe berhasil mencetak gol yang membuat kedudukan berakhir imbang 2-2. Sekali lagi, Meksiko berhasil terhindar dari kekalahan.
Belanda yang menjadi lawan berikut dari Meksiko berhasil menunjukkan dominasi mereka dengan unggul 2-0 meski pertandingan baru berlangsung 19 menit. Namun Meksiko urung menyerah dan melalui Hernandez, Meksiko (kembali) berhasil menyamakan kedudukan di menit terakhir pertandingan.
Lawan berat Meksiko berikutnya adalah Jerman. Ironi terjadi di pertandingan ini. Meksiko yang berhasil unggul lebih dulu 1-0 harus menerima kekalahan 2-1 setelah Jurgen Klinsmann dan Oliver Bierhoff mencetak gol di 15 menit terakhir pertandingan dan mengharuskan mereka angkat koper

8. Piala Dunia 1966, kapten Argentina Antonio Rattin harus mendapat kartu merah kontoversialnya dari wasit asal Jerman Rudolf Kreitlein setelah berdebat alot dengan sang wasit. Diperlukan waktu yang lama untuk meyakinkan Antonio Rattin agar segera meninggalkan lapangan, dan di pertandingan tersebut Argentina harus menelan kekalahan, sementara di lain pihak Inggris berhasil keluar sebagai juara Piala Dunia. 32 tahun kemudian, David Beckham harus menerima kartu merah kontroversialnya ketika menghadapi Argentina karena menekel Diego Simeone. Inggris akhirnya harus kalah dalam drama adu penalti tanpa kehadiran David Beckham.
7. Madjer, Si Penakluk Jerman
Babak penyisihan terakhir grup B di Piala Dunia 1982, Jerman Barat dan Austria bermain dengan skor memalukan 1-0 dan akhirnya harus menghadapi Aljazair untuk lolos ke babak selanjutnya.  Horst Hrubesch mampu memberi keunggulan bagi Jerman di 10 menit pertandingan. Selanjutnya kedua tim berusaha untuk menciptakan gol namun tak satupun gol yang akhirnya tercipta.
Rabah Madjer kemudian membungkam Jerman dengan membalikkan skor 2-1 dalam pertandingan itu. Lima tahun kemudian, ketika membela Porto, Madjer kembali mencetak skor melalui tendangan tumit belakangnya yang sangat indah ketika menghadapi klub asal Jerman Bayern Munchen di final liga Eropa. Ironis bagi Lothar Matthaus yang membela Jerman di Piala Dunia 1982 dan Bayern Munchen 1987 ketika harus dikalahkan Madjer.

6. Senang Dan Tangis Trezeguet Melawan ItaliaMomen terindah dalam karir Trezeguet adalah ketika harus menghadapi Italia di final Piala Eropa 2000. Dia berhasil melesakkan tendangan keras ke gawang Italia dan menciptakan gol penentu bagi Prancis di ajang tersebut. Enam tahun kemudian, di final Piala Dunia melawan Italia, tangis  Trezeguet tak tertahankan karena justru gagal menjadi eksekutor penalti. Dan hal itu harus dibayar Trezeguet sebab Italia berhasil merengkuh gelar juara Piala Dunia yang keempat kalinya.
5. Prancis Dan Tendangan Gawang
Kita semua mengetahui, Michel Platini mencetak sembilan gol di Piala Eropa 1984, dan membuat Prancis berjaya di negerinya sendiri. Namun, golnya di final seharusnya tidak pernah terjadi seandainya Luis Araconada, kiper andalan Spanyol, tidak melakukan kesalahan fatal. Luis Araconada yang melakukan tendangan gawang secara pelan dan terbaca oleh Michel Platini harus dibayar mahal oleh Spanyol dengan kekalahan 2-0.
Dua tahun kemudian, Prancis diunggulkan akan menjuarai Piala Dunia setelah berhasil mengalahkan Brasil di babak perempat-final melalui adu penalti. Namun, ketika harus berhadapan dengan Jerman Barat, Prancis harus menelan kekalahan 2-0 setelah penjaga gawang Prancis melakukan kesalahan ketika melakukan tendangan gawang dengan pelan dan akhirnya terbaca lawan.

4. Spanyol Dan Keberpihakan Wasit
Spanyol yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 1982 sangat berharap mampu merengkuh gelar juara kali ini. Dan sepertinya wasit mencoba untuk membantu mereka. Pertandingan pertama, Spanyol harus berhadapan dengan tim kuda hitam Honduras. Dibutuhkan waktu yang lama bagi Spanyol agar dapat unggul 1-0, itupun berkat keputusan wasit asal Argentina yang menghadiahi tendangan penalti bagi Spanyol. Dan Roberto Lopez Uparte tidak menyia-nyiakan kesempatan emas itu.
Pertandingan berikutnya menghadapi Yugoslavia. Lagi-lagi wasit memberi hadiah penalti bagi Spanyol. Kali ini tendangan Lopez Ufarte gagal berbuah gol, namun hal aneh terjadi, wasit kemudian meniup peluit dan menyuruh agar tendangan penalti diulang. Karena diberi kesempatan kedua, Spanyol kemudian mengganti eksekutornya dan Juanito berhasil mencetak gol yang membawa kemenangan bagi Spanyol 2-1.
Dua puluh tahun kemudian, para pemain Spanyol tentu saja telah berubah. Meski begitu, Spanyol harus menanggung karmanya. Pemain Spanyol harus menangis karena wasit sepertinya menolong tim tuan rumah, Korea Selatan di Piala Dunia 2002 dalam babak perempat-final. Hal ini terjadi karena dua gol Ivan Helguera dan Fernando Morientes ternyata dianulir oleh wasit. Selanjutnya, Korea Selatan akhirnya keluar sebagai pemenang dalam pertandingan itu.

3. Real Madrid Dan Barcelona Saling Bungkam 5-0
Tahun 1994 di Nou Camp, Barcelona berhasil membungkam Real Madrid dengan skor telak 5-0, Romario berhasil mencetak hat trick. The Catalans akhirnya memenangkan gelar La Liga Spanyol tahun itu, dan Los Blancos hanya menempati urutan keempat.
Tahun 1995 di Santiago Bernabeu, Real Madrid kemudian membalas dendam mereka kepada Barcelona dengan skor yang sama 5-0. Ivan Zamorano mencetak hat trick. Real Madrid akhirnya memenangkan gelar La Liga tahun itu, dan seteru abadi mereka hanya mampu menempati urutan ketiga.

2. Bayern Munchen, Manchester United, Dan Pahlawan Menit Terakhir
Bayern Munchen harus kehilangan gelar juara Liga Champions 1999 di Nou Camp setelah dua gol telat yang diciptakan Manchester United dari umpan silang David Beckham. Tapi Maret ini, Bayern Munchen membalasnya. Perempat-final liga Champions, Bayern Munchen harus menjamu Manchester United dan unggul 2-1 di leg pertama. Di leg kedua, United meski menang 3-2 akhirnya harus tersisih dari ajang Liga Champions setelah gol telat Robben.

Bagaimana membedakan bola yang terpantul dari mistar gawang itu masuk atau tidak? Bedanya sangat tipis. Dan itu terjadi di Piala Dunia 2010. Pertandingan apa yang tersaji ketika Inggris dan Jerman harus saling berhadapan? Pertandingan keras dengan tempo tinggi adalah jawabannya.
44 tahun lalu, kala Inggris berhadapan dengan Jerman, salah satu gol yang tercipta adalah gol pantulan dari mistar gawang. Hakim garis asal Uni Soviet Tofik Bakhramov kemudian menyahkannya sebagai gol.
Kemudian pertandingan Inggris dan Jerman kembali tersaji di babak perdelapan-final Piala Dunia 2010. Keunggulan Jerman 2-1 segera dijawab dengan permainan cepat Inggris. Hasilnya Frank Lampard berhasil melesakkan tendangan yang membentur mistar gawang dan memantul ke dalam garis gawang Jerman, namun tidak seperti 44 tahun lalu, tendangan Frank Lampard tidak dianulir sebagai gol oleh hakim garis. Akhirnya Inggris ditekuk Jerman 4-1.
.
»»  LANJUT BACANYA...

Julukan unik pemain sepakbola


Julukan atau nama panggilan sudah lazim diberikan buat para pebola saat ini. Julukan terkadang berbentuk pujian bagi seseorang, namun tak jarang itu juga berupa sindiran bahkan ejekan.

Nama panggilan bisa diberikan sesama oleh rekannya di tim, fans bahkan media atas kiprah, tingkah laku, kondisi bahkan karena kiasan. Terlepas dari alasan julukan itu diberikan, 'tradisi' ini tetap menarik disimak.
Dan hampir setiap pelaku sepakbola mempunyai julukan. Hal itu juga yang membuat mereka mudah dikenal dan mudah diingat tentunya. Nah, kali ini Goal telah merangkai julukan-julukan unik yang kini disandang 10 pebola:
10. Arjen Robben – Manusia Kaca
Julukan atau nama panggilan ini diberikan karena winger Real Madrid ini memang rentan cedera. Meski mempunyai talenta dan skil yang tak diragukan, karir Robben tak berjalan lancar karena sering dihantam cedera. Rentan cedera ini telah dialami Robben sejak memperkuat PSV Eindhoven, Chelsea dan klubnya sekarang Madrid.

9. Nicolas Anelka – Pemurung Mengagumkan
Nicolas Anelka memang garang untuk urusan mencetak gol. Karir panjangnya menjadi bukti jika Anelka memang pantas disematkan sebagai salah satu striker berbahaya saat ini. Arsenal, Real Madrid dan Chelsea menjadi tiga klub yang pernah merasakan ketajamannya. Namun Anelka juga dikenal sangat sulit untuk tersenyum. Bahkan, Anda tentu tak butuh jari banyak untuk menghitung senyum seorang Anelka.

8. Davie Dodds – Manusia Gajah
Dodds adalah striker Dundee United saat menjadi jawara di Liga Skotlandia pada 1983. Satu tahun setelahnya, Dundee bermain di semifinal Piala Eropa. Meski mengalami kekalahan dengan agregat 3-2 dari AS Roma, namun permainan ngotot Dodds membuat pendukung Dundee puas dan menyematkan julukan Manusia Gajah karena tenaganya yang tak habis-habis.

7. Peter Beardsley – Quasimodo
Karir terbaik Beardsley terjadi saat membela Newcastle United, Liverpool, Everton, dan tentu saja timnas Inggris. Total Beardsley telah membela The Three Lions sebanyak 59 laga. Namun sosok Beardsley yang sering menata rambut membuatnya sering disamakan dengan tokoh fiksi Quasimodo yang ada di film dan novel Notre Dame de Paris.

6. Pele – Pembawa Sial
Sebelumnya legenda Brasil ini mendapat julukan raja sepakbola. Pele dianggap menjadi dewa sepakbola bersama Diegao Maradona. Namun seiring dengan banyaknya prediksi Pele yang salah, maka ia mendapat julukan The Jinx atau Si Sial. Bahkan beberapa waktu lalu juga dipublikasikan 10 prediksi salah Pele.

5. Naohiro Takahara – Striker Sushi
Takara menjadi salah satu pebola Asia yang sukses di Bundesliga. Ketajaman Takahara juga dibuktikan dengan 23 gol dalam 57 laganya bersama timnas Jepang. Namun daerah asalnya itu pula yang membuat Takahara mendapat julukan The Sushi Bomber atau Striker Sushi.

4. Antonio Cassano – Peter Pan
Cassano adalah striker yang mengundang perhatian dunia karena skilnya yang mumpuni. Sayangnya, Cassano juga dikenal sangat temperamen, pemarah dan suka berbuat seenaknya. Hal itu yang membuat dia mendapat julukan Peter Pan, tokoh fiksi yang selalu bertingkah layaknya bocah dan susah diatur. Seorang pemuda yang tak pernah berkembang menjadi lebih dewasa.

3. Ya?ar Duran – Si Ember
Yasar Duran mungkin menjadi kiper yang paling merasaka malu selama membela timnas Turki. Delapan gol yang dibukukan Inggris ke gawang Yasar Duran pada November 1984 di Istambul itu lah yang membuat ia mendapat julukan Ember.

2. Tony Adams – Si Keledai
Adams menjadi salah satu legenda di Arsenal, klub yang dibelanya selama 19 tahun. Sayang gol bunuh dirinya saat melawan Inggris plus beberapa gaya tak elegannya membuat Adams mendapat julukan Keledai dari publik Inggris.

1. Adriano Galliani – Uncle Fester
Dialah guru transfer No 1 di AC Milan. Bahkan ucapan Galliani jauh lebih sering didengar dibanding supremo Silvio Berlusconi. Ia dianggap mempunyai banyak karakter. Di Italia ia dikenal sebagai Paman Fester, tokoh drama komedi 'Addams Family' yang mempunyai kekuatan luar biasa pada listrik. Kemampuan jenius Galliani di Milan plus kemiripan dengan tokoh berkepala plontos itulah yang  membuat Galliani mendapat julukan Uncle Fester atau Paman Fester.
»»  LANJUT BACANYA...